HARUM Buka Ruang Kerja Kreatif untuk Pemuda

SILATURAHMI: H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman bersilaturrahmi dengan warga Mataram beberapa waktu lalu. (HARUM FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Perubahan ini mendorong lahirnya bidang-bidang usaha ekonomi baru yang kita kenal dengan nama industri kreatif. Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang. Terlebih kini Mataram menikmati bonus demografi yang memungkinkan tersedianya angkatan kerja yang melimpah.

“Hal ini harus kita tangkap sebagai peluang  untuk membangun Mataram kedepan. Kita memang tidak punya sumber daya alam yang luas seperti kabupaten tetangga di NTB. Namun kita unggul dalam kualitas sumber daya manusia. IPM kita di Mataram tertinggi di NTB.  Karena itulah inovasi dan kreativitas manusianya akan menjadi pembeda,” ujar Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Seperti diketahui Badan ekonomi Kreatif menjelaskan  Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai paradigma ekonomi baru yang mengandalkan gagasan, ide, atau kreativititas dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Dimana Perpres No 72 tahun 2015  mengklasifikasikan produk ekonomi kreatif ke dalam 16 subsektor yakni : Arsitektur, Desain Interion, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Fesyen, Aplikasi dan Game Developer, Penerbitan, Periklanan, Televisi dan Radio, Seni Pertunjukan Seni Rupa.

H Mohan menambahkan khusus untuk industri kreatif ini Mataram  memang sudah lama berkembang secara tradisional terutama di bidang kriya, kerajinan, kuliner dan pertunjukan. “Namun kita membutuhkan satu upaya mendasar untuk bisa mendorong industry ini menjadi lebih besar.  Saya membayangkan kedepan  Mataram menjadi salah satu pusat industry kreatif nasional. Mataram menjadi rumah bagi pelaku industri kreatif atau semacam Regional Creative Hub di Indonesia,” sambungnya.

Peluang ini  terbuka lebar mengingat  Mataram sebagai  ibu kota dan pusat jasa NTB. Kemudian tahun depan NTB mendapat momentum sebagai  tuan rumah Moto GP. Gelaran ini membutuhkan insan-insan kreatif, ada multimedia, desain, grafis, progrraming, film, pertunjukan, musik dan sebagainya. “Ini pasar yang terbuka bagi industri kreatif kita. Karena itu kita harus segera menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industry ini,” imbuhnya.

Mataram Creative District

Sebagai langkah awal HARUM akan membangun Mataram Creative District (MCD). Sebuah kawasan dimana  industry kreatif bermula. Di tahap awal kami ingin membangun sebuah gedung pusat kreatif. Nantinya di tempat ini   ada ragam fasilitas yang bisa menunjang kreatifitas anak-anak muda Mataram dalam satu tempat.

“Bayangan kami di tempat tersebut nantinya akan ada laboratorium film, studio music, studio rekam suara maupun video hingga ruang pameran. Bahkan nanti akan ada semacam ruang pertunjukan kecil lengkap dengan screen besar untuk film,” paparnya.

Di lokasi yang sama juga akan ada ruang-ruang kelas dimana pelatihan atau seminar seminar terkait industry kreatif bisa digelar. Misalnya kelas videografi, desain grafis, penulisan dan sebagainya. Sehingga warga bisa mendapat ilmu-ilmu baru di tempat ini.

“Sebagai penunjang  ada juga café-café dan distro tempat warga nongkrong dan berinteraksi. Serta memasarkan karya karya mereka.  Keberadaan kedai kedai ini juga sekaligus sebagai sumber ekonomi untuk membantu menghidupkan pusat kreatif MCD ini,” jelasnya.

Harapannya MCD akan menjadi  ruang interaksi dan produksi bagi warga Mataram. Sehingga mampu mempercepat pengembangan industry kreatif Mataram di masa depan.

RTH Sebagai Co-Working Space

Kemudian di luar MCD pemkot akan mengoptimalkan pemanfaatan Ruang Ruang terbuka Hijau atau Taman Kota sebagai sebuah co working space. Tempat kerja kolaborasi bersama dimana warga bisa bertemu, bertukar pikiran dan menunjukkan hasil karya.

Tanpa mengubah fungsi ekologis, RTH kedepan akan dilengkapi dengan fasilitas yang dapat merangsang kreativitas warga. Seperti fasilitas olahraga, panggung panggung hiburan dan pameran, fasilitas listrik, WI-Fi hingga  air bersih. Sehingga konser konser musik dalam jumlah terbatas hingga aneka pameran dan pertunjukan dapat digelar di RTH. Sehingga RTH bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang karya dan kerja bersama warga.

“Selain itu kedepan kita akan membantu dan menghidupkan kembali sanggar sanggar kesenian, sanggar olahraga dan kelompok kelompok kreatif lainnya. Hal ini penting agar ada wadah untuk menyalurkan kegiatan kegiatan positif di masyarakat. Sehingga peluang peluang munculnya kegiatan negartif seperti kriminalitas, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya bisa berkurang,”   tutupnya. (gal/adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaPolres Bentuk Tim Selidiki Judi Pilkada
Berita berikutnyaPenangkapan Menteri KKP Tak Ganggu Ekspor Benih Lobster Asal NTB