Golkar tak Dapat Jatah AKD, Kalah oleh Berkarya

Golkar tak Dapat Jatah AKD
AKD : Sidang paripurna penetapan pimpinan komisi di DPRD Kabupaten Lombok Barat belum lama ini. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat selesai menyusun alat kelengkapan dewan (AKD). Proses penyusunan komposisi AKD cukup alot, memakan waktu tiga hari. Kini DPRD Lombok Barat sudah punya komisi dan empat badan yang sudah tetapkan melalui siding paripurna.

Yang paling mencolok dalam perebutan posisi AKD adalah posisi Golkar. Golkar, meski menjadi pemenang kedua Pileg di Lombok Barat dan berhasil menempatkan pimpinan dewan, justru tidak dapat apa-apa. Golkar justru kalah oleh Partai Berkarya yang meraih posisi ketua Komisi II dan III. Partai Gerindra mendapatkan posisi ketua Komisi I, sementara ketua Komisi IV diisi oleh kader PPP.

Empat komisi yang sudah ditetapkan yaitu Komisi I dengan ketua Romi Rahman (Gerindra), Komisi II dengan ketua Tantowi Ansori (Berkarya), Komisi III dengan ketua H. Deny Asmawi (Berkarya), dan Komisi IV dengan ketua Jumarti (PPP).

Menurut Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Lobar, H. Lalu Hermayadi, berdalih pimpinan komisi tidak teralu punya pengaruh dalam menentukan dinamika dewan.” Kursi pimpinan komisi tidak memberikan pengaruh terhadap kebijakan maupun porsi dalam lembaga yang terkait dalam sinergi dengan ekskutif,” kata Hermayadi yang dikonfirmasi soal ini.

Begitu pun dengan posisi ketua badan. Ia menganggap berbeda dengan posisi pimpinan komisi atau badan di DPR Ri.” Dalam dua periode anggota DPRD Lobar, keberadaan pimpinan DPRD tidak banyak memberi pengaruh,” tegasnya.

Ia mencontohkan saat dirinya memimpin salah satu komisi di periode sebelumnya. Ia menyebut pengaruh ketua komisi di OPD terkait tidak besar.”Tergantung kepala daerah dan pimpinan juga dalam melakukan komunikasi,” ungkapnya.(ami)