Gerbong dan Keluarga Besar Sarifudin Deklarasikan Dukung NADI

DEKLARASI : Ketua GARDU NADI, Abdullah memimpin deklarasi dukungan kepada paket NADI Paslon Nomor urut 2. (heri mahardika/radarlombok)

TANJUNG – Setelah lama ditunggu-tunggu kemana arah dukungan gerbong dan keluarga besar H Sarifudin (Wakil Bupati KLU), akhirnya mulai jelas, setelah mendeklarasikan untuk mendukung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wabup KLU, Najmul Akhyar – Suardi (NADI) dengan nomor urut 2. Pernyataan dukungan disampaikan di rumah kediaman orang tua Sarifudin di Dusun Lokokrangan Desa Kayangan Kecamatan Kayangan Jumat (30/10) sekitar pukul 16.00 Wita.

Pernyataan dukungan diberi nama GARDU NADI (Gerakan Rakyat Dukung Najmul-Suardi (NADI), dikomandai oleh Najamudin (adik Sarifudin) dan Abdullah beserta jajarannya yang merupakan gerbong Gerindra masih solid dibawah koordinasi Sarifudin.

“Inilah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat keputusan (gerbong dan keluarga besar H Sarifudin). Sore ini sudah menunjukan finalisasi dukungan kami ke paket NADI,” ungkap Najamudin selaku Sekretaris GARDU NADI.

Deklarasi dukungan ini sengaja dipilih di rumah kediaman orang tua H Sarifudin untuk mengingatkan kembali perjuangan dari tahun 2009 pertama kali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten, lalu lima tahun kemudian menjadi Anggota DPRD Provinsi. Di pertengahan jalan dipinang oleh Najmul Akhyar dan sukses meraih kemenangan dan sekarang duduk sebagai Wabup KLU. Selama karir politik dan menduduki masa jabatan seperti sekarang, bisa dilihat kondisi rumah orang tua H Sarifudin tetap seperti semula.

“Kami memilih lokasi orang tua kami supaya mengingatkan kembali perjuangan sebelumnya dan menghantarkan kesuksesan sekaligus membantah tuduhan mereka, kalau keluarga H Sarifudin memperkaya diri. Bisa dilihat rumah orang tua kami masih rusak akibat gempa 2018, dan kami tidak menuntut segera diperbaiki, padahal kami punya kakak yang menjabat,” terangnya.

Mantan Sekretaris DPC Gerindra KLU ini juga membantah bahwa dirinya menjadi kontraktor seperti tuduhan mereka. Padahal dirinya mengabdikan sebagai seorang pengajar di salah satu madrasah swasta di wilayah Kayangan.

“Kami keluarga besar H Sarifudin tidak ragu-ragu menyatakan sikap, di sini juga hadir orang tua kami H Zainal Abidin Ali, Salmiah, saudara-saudara saya Alwan Wijaya, Musniati, dan keluarga besar dan gerbong H Sarifudin dari ujung Bayan sampai Pemenang,” jelasnya.

Sekretaris GARDU NADI mengungkapkan, semua barisan merupakan berdarah Gerindra yang mampu memperjuangkan Gerindra dari nol menjadi partai pemenang pemilu 2019 di KLU. Dengan digabungkannya seluruh kader ini diyakini bisa mengalahkan suara para anggota DPRD KLU Fraksi Gerindra. Sebab tidak ada mereka, maka lima orang angggota DPRD Lombok Utara yang sekaran menjabat tersebut tidak bisa duduk enak seperti sekarang, lalu mereka mengeluarkan arah dukungan tanpa melibatkan kader-kader ini.

“Mereka ini yang bergabung di GARDU NADI memiliki basis-basis suara yang tinggal digerakkan. Saya sendiri juga memberikan 5 ribu suara di Dapil KLU-Lobar juga tidak pernah dilibatkan,” tegasnya.

Lalu, mereka memasukan parasit-parasit yang tidak pernah berjuang membesarkan Gerindra. Oleh karenanya, kehadiran GARDU NADI akan menambah kekuatan di Paslon nomor urut 2.

“Mari satukan barisan dan menangkan paket NADI,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua GARDU NADI, Abdullah mengungkapkan, saat ini dirinya masih menjabat Ketua OKK DPC Gerindra KLU yang bertugas kaderisasi, namun pada saat memberikan dukungan tidak pernah melibatkan para kader. Justru mereka mendukung kader tidak jelas asal-usulnya, mereka cacat prosedural.

“Ini menjadi atensi kami, karena tidak pernah diajak berkomunikasi sehingga mengarahkan dukungan ke NADI. Sayalah yang pertama mengajak para kader menolak keputusan itu,” ungkapnya.

Setelah mereka mendengarkan adanya deklarasi GARDU NADI saat ini sudah mulai kebakaran jenggot, bahkan dirinya dituduh dibayar Rp 150 juta. Hal itu dibantah, jangan pernah sama dirinya beserta teman-teman GARDU NADI seperti apa yang mereka lakukan pada proses pemberian dukungan. Sebab, rekan-rekan GARDU orang-orang cerdas, bukan sekedar bagi nasi seperti mereka.

“Kami di sini ikhlas berjuang dan memberikan dukungan kepada NADI. Bukan seperti mereka fitnah kami dibayar Rp 150 juta, kok mereka samakan diri mereka dengan kami,” tegasnya.

Oleh karena itu, lebih baik mendukung yang muda daripada mendukung yang tua, lebih baik melanjutkan daripada memilih yang baru. Sebab, kedepan KLU membutuhkan pemimpin yang cepat dan tanggap untuk menuntaskan persoalan-persoalan yang belum tuntas. “Lebih baik melanjutkan daripada yang baru,” imbuhnya.

Calon Bupati Petahana KLU, H Najmul Akhyar menyambut baik dukungan GARDU NADI yang menjadi napas baru dalam perjuangan. Diyakini semakin dekat pemilihan semakin banyak masyarakat memberikan dukungan kepada paket NADI.

“GARDU NADI menjadi energi baru bagi kami dalam meraih kemenangan pada 9 Desember,” ucapnya.

Ia mengingatkan perjuangan dengan H Sarifudin masih dilakukan sampai saat ini tidak pernah lelah. Dan sekarang ini H Sarifudin sebagai PLT Bupati Lombok Utara dari 26 September sampai 5 Desember.

“Perjuangan kami dengan pak Sarifudin harus dilanjutkan demi masyarakat KLU,” imbuhnya diamini para pendukung keluarga besar dan gerbong H Sarifudin. (flo)

BACA JUGA :  Mi6 Jagokan Edi Setiawan Bertarung di Pilkada KLU
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBeraksi Ditengah Pandemi, Dua Pencuri Dibui
Berita berikutnyaPerforma Baihaqi Dinilai Paling Keren