Mi6 Jagokan Edi Setiawan Bertarung di Pilkada KLU

pilkada KLU
BERSAMA: Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH, bersama Edi Setiawan dan Lalu Athari saat bukber bareng belum lama ini. (M16 FOR RADAR LOMBOK)

LOMBOK UTARA — Mi6 dalam Pilkada KLU 2020 akan mencalonkan Kader sendiri yakni Edi Setiawan untuk tampil dan bertarung sebagai Calon Kepala Daerah. Edi Setiawan yang seorang entrepreneurship muda dipandang mampu menjadi kepala daerah yang baik dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat KLU.

Mi6 menilai Sebagai sosok pengusaha muda , Edi Setiawan memiliki track record ( rekam jejak) yang baik dan tidak sedang memiliki problem sosial akut dilingkungan masyarakat di KLU. Demikian release media Mi6 yang disampaikan ke media, Rabu ( 29/5).

Menurut Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH keputusan final Mi6 mencalonkan kadernya sendiri di Pilkada KLU , Kota Mataram dan Lombok Tengah sebagai bentuk membangkitkan kesadaran moral dan politik sekaligus syiar politik Mi6 agar masyarakat terbiasa dengan pilihan berbeda dalam menentukan calon kepala daerah yang hendak dipilih nantinya.

BACA JUGA: NasDem NTB Tidak Tahu Uang Saksi Lotim Belum Tuntas Dibayar

“Masyarakat harus senantiasa dibiasakan dengan pilihan-pilihan alternatif dalam konstestasi elektoral 2020 agar bisa menimbang dan memilahnya untuk calon pemimpin di daerahnya,” kata Didu , panggilan akrab Dir Mi6.

Mi6 akan terus mendorong agar Pemilukada 2020 tujuh kabupaten/ kota di NTB bisa menampilkan dan memunculkan calon kepala daerah yang baru dengan berbagai visi dan misinya yg lebih progresif dalam memajukan daerah.

“Prinsip dalam demokrasi yang baik , makin besar partisipasi rakyat dalam memilih pemimpinnya , makin kuat legitimasi kepemimpinannya , termasuk dalam hal ini makin banyak calon kepala daerah yang maju makin dinamis kontestasi pilkada tersebut,” tambah Didu.

Mi6 setuju dan mendukung apabila parpol lebih mengedepankan kadernya untuk head to head bertarung dalam konstestasi Pilkada tujuh kabupaten/kota 2020. “Jika setiap Parpol mengusung kader sendiri , maka giroh pilkada mendatang akan semarak , masyarakat akan antusias terlibat aktif karena ada nuansa baru calon kepala daerah ,” imbuh Dir Mi6.

M16 memandang terhadap calon kepala daerah yg tidak bisa memakai jalur parpol bisa lewat jalur perseorangan atau independen. Untuk pilkada kota Mataram dan KLU tidak terlalu rumit melengkapi persyaratan administrasi form dukungan KTP karena jumlah pemilihnya relatif tidak besar ,” ujar Didu.

BACA JUGA: Ada Gugatan, Penetapan Caleg DPRD NTB Terpilih Ditunda

Mi6 memprediksi Pilkada serentak 2020 akan diikuti lebih banyak Paslon baik dari jalur parpol dan independen. Paslon yang lewat jalur parpol tidak akan lagi membuat koalisi besar atau memborong dukungan parpol, selain tidak efektif juga tidak efisien. “Paslon Cakada 2020 yang maju jalur parpol akan memakai dukungan parpol sejumlah persyaratan kursi yg ditetapkan KPU. Tidak ada lagi aksi borong kursi parpol ,” tambah Didu.

Demikian pula dengan jalur independen , Mi6 memprediksi akan banyak Paslon yg maju lewat jalur perseorangan , selain lebih efisien juga lewat jalur ini Paslon sudah dapat memprediksu jumlah dukungannya. Selain itu lewat jalur perseorangan akan memudahkan Paslon untuk berinteraksi dan melakukan penetrasi basis langsung.

Selain itu Mi6 mengingatkan untuk Pilkada serentak 2020 , khusus calon independen agar memperkuat saksi disetiap TPS agar perolehan data C1 dan DA-1 bisa diakses langsung dan valid.

BACA JUGA: Barisan Kyai Ma’ruf NTB Gelar Syukuran Kemenangan

“Untuk itu rekruitmen dan pendidikan untuk Saksi dan pengumpulan KTP bisa di mulai saat ini mengingat waktunya masih longgar untuk meminimalisir benturan double dukungan KTP dari warga ,” tegas Didu.

Selanjutnya Didu menambahkan terkait pencalonan Edi Setiawan untuk Pilkada KLU dan Lalu Athari Fathullah untuk dikota Mataram dan Lombok Tengah akan lebih mengedepankan gerakan keswadayaan dan gotong royong bersama rakyat. Untuk itu Mi6 akan mendorong partisipasi aktif warga untuk mempromosikan figur yang dicalonkan Mi6 lewat berbagai networking maupun taktik lain, salah satunya lewat campaign media.

“Mi6 akan intervensi di tujuh pilkada kota/ kabupaten agar Kepala Daerah yang dipilih rakyat merupakan figur yang dapat membawa kesejahteraan rakyat dalam arti yang sesungguhnya , bukan capaian sebatas angka-angka statistik semata,” pungkasnya. (gt)