Gedung SDN 2 Bombas Desa Kateng Ambruk

ROBOH: Gedung SDN 2 Bombas Desa Kateng Kecamatan Praya Barat roboh karena termakan usia, Jumat (9/6) lalu. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

 

PRAYAKerusakan fasilitas pendidikan tidak henti-hentinya terjadi di Lombok Tengah. Kali ini gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Bombas Desa Kateng Kecamatan Praya Barat ambruk. Kejadian itu terjadi pada Jumat (9/6) lalu. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian itu karena sekolah ambruk setelah anak-anak pulang sekolah.

Salah seorang guru SDN 2 Bombas Desa Kateng, Zaenudin menuturkan, SDN 2 Bombas ambruk pada Jumat setelah anak-anak pulang sekolah. Sebenarnya bangunan yang ambruk ini sudah lama mengalami kerusakan dan tidak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal dari pihak sekolah sudah sering mengusulkan perbaikan sekolah itu. “Beruntung kemarin tidak ada korban karena anak-anak sudah pulang sekolah dan bangunan ini sudah tidak dipakai untuk belajar sekitar 7 tahun. Jadi ada dua kelompok gedung di sekolah ini, untuk kelompok gedung yang pertama kondisinya bagus untuk ruangan kelas I,II dan kelas III karena sudah dilakukan perbaikan pada tahun 2019 lalu,” ungkap Zaenuddin kepada Radar Lombok, Minggu (11/6).

Baca Juga :  Sasar Mandalika, 603 Botol Miras Berhasil Disita

Hanya saja yang ambruk ini merupakan gedung yang memiliki lima lokal. Dari lima lokal ini yang roboh ada tiga gedung. Saat ini yang masih tersisa tinggal dua gedung dan kondisi dua gedung ini juga sangat parah dan dikhawatirkan sewaktu-waktu juga akan bisa rubuh. Karenanya, pihak sekolah berharap permasalahan ini bisa menjadi atensi pemda. “Yang roboh ada tiga gedung dan yang  masih tersisa ada dua gedung yaitu ruang kelas 6 dan kantor guru dan kepsek. Tapi yang belum roboh ini juga tinggal menunggu hari untuk roboh,” terangnya.

Pihaknya mengakui bahwa dengan kondisi sekolah yang sudah lama rusak dan kini sudah roboh ini, para peserta didik sudah belajar di luar kelas selama 7 tahun lamanya. “Awalnya semua sudah rusak dari kelas 1 sampai kelas enam. Alhamdulilah tahun 2019 pernah mendapat perbaikan tiga ruang dari 6 ruangan yang rusak dan sekarang kami manfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tiga ruangan ini,” katanya.

Baca Juga :  Jelang WSBK, Pengusaha Hotel Diingatkan Tidak Naikkan Tarif Berlebihan

Ia mengaku sudah berusaha maksimal agar sekolah tersebut mendapatkan perhatian pemerintah. Bahkan dalam setiap rapat di Unit Pelayanan Terpadu (UPT), pihak sekolah selalu menjadi prioritas usulan tetapi tetap tidak mendaptkan bantuan perbaikan. Akibat kerusakan itu juga pihak sekolah langsung memindahkan barang-barang kantor karena sudah tidak berani untuk ditempati. “Barang yang ada di dua ruangan yang rusak tapi belum roboh ini yang kita pindah dan anak-anak secara bergiliran masuk belajar. Makanya kita sangat berharap agar sekolah ini segera dilakukan perbaikan tapi selama ini kita hanya dijanjikan terus dan sampai sekarang untuk kelas 4, 5, 6 belajar di luar. Padahal SDN 2 Bombas dan SDN 1 Bombas akan dimarger dan gedung yang dipakai di gedung SDN 2 Bombas tapi malah gedungnya roboh,” tambahnya. (met)

Komentar Anda