Duta Kharisma 2018 Sukses Digelar di Mataram

Duta Kharisma 2018
DUTA KHARISMA: Penyelenggaraan grand final Duta Kharisma 2018 pertama kali sukses digelar di Mataram, Minggu (25/11). (Ali/Radar Lombok)

MATARAM — Grand Final Eksotik Duta Kharisma Indoensia 2018 untuk pertama kalinya sukses digelar di Mataram, Minggu (25/11). Grand final ini terbagi dalam tiga kategori. Yaitu kategori anak-anak, remaja dan dewasa untuk pria dan wanita.

Sebelum menentukan pemenang, panitia penyelenggara sudah melakukan audisi selama dua hari. Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, peserta terpilih berlanjut mengikuti grand final. Total puluhan penghargaan diberikan untuk seluruh kategori. Seperti best foto model, best fotogenic, kharisma model, best catwalk, best personality, best perform dan best peragawan. Kemudian penghargaan puncaknya. Masing-masing kategori terpilih sebagai duta Kharisma favorit.

Ketua penyelenggara kegiatan, Lies Noor Marlina mengatakan, kegiatan ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pesertanya berasal dari empat daerah. Yaitu Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Bali dan NTB.

‘’Ini final yang pertama kali kita gelar di Mataram. Ini gelaran kedua untuk tingkat nasional. tapi kalau untuk tingkat Kabupaten atau kota ini sudah 90 kali,’’ ujarnya, kemarin.

Model senior ini mengatakan, peserta dari audisi sudah dinilai menggunakan empat busana. Seperti busana casual, hitam putih, busana pesta dan batik nusantara. Penilaian dilakukan selama dua hari. Dimulai dari interview, catwalk, keahlian atau bakat serta personaliti.

‘’Setengah penilaian sudah kami dapat diaudisi sekarang di grand final kami menilai mereka menggunakan tiga busana,’’ katanya.

Pihaknya sengaja memilih Mataram sebagai penyelenggaraan grand final. Utamanya untuk memupuk dan membangkitkan lagi pulau Lombok setelah gempa.

Ia berharap, daerah lainnya ikut menyaksikan kebangkitan pulau Lombok dan NTB secara keseluruhan. ‘’Ternyata sekarang kan kita disini sudah tidak apa-apa,’’ terangnya.

Kedepannya, ajang serupa tetap akan digelar. Penyelenggaraan tidak hanya dilakukan diempat kota seperti saat ini. Namun menambah jumlah peserta dari beberapa kota di Indonesia. ‘’Mudah-mudahan kalau memang prospeknya bagus. Mungkin grand finalnya akan di sini lagi atau kota lainnya. Nanti kita akan dilihat dulu hasilnya seperti apa. Mungkin nanti pesertanya lebih banyak. Karena kemarin rencananya 30 lebih peserta dari Kalimantan akan datang,’’ imbuhnya.

Ajang ini dijadikan sebagai sarana untuk menyalurkan minat masyarakat kepada dunia model. Lewat ajang ini, dianggap sarana terbaik untuk menyalurkan potensi yang dimiliki. Khsususnya kepada anak-anak hingga remaja.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada agensi atau sanggar model yang mengikuti kegiatan ini.  ‘’Jadi saya tidak menjanjikan mereka ini menjadi artis. Momen ini buat mereka kalau ingin maju. Tadi kan ada artis juga yang datang untuk didengar kisahnya. Siapa yang mau jadi artis ya silahkan,’’ pungkasnya. (gal)  

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut