Dusun Brembeng Disiapkan Menjadi Sentra Industri Logam

INDUSTRI : Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti didampingi Kepala Desa Pengenjek melihat berbagai jenis produk kerajinan industri permesinan di Dusun Brembeng, Desa Pengenjek, Selasa (19/1). (IST/ RADAR LOMBOK)

PRAYA – Industri permesinan di Dusun Brembeng, Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sentra industri logam di Lombok Tengah. Pasalnya, hampir sebagian besar penduduk di Dusun Brembeng tersebut menjadi perajin permesinan khususnya pande besi untuk memproduksi cangkul, pisau, parang, sabit, linggis dan lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti, Selasa (19/1) mendatangi langsung sejumlah perajin industri permesinan di Dusun Brembeng didampingi Kepala Desa Pengenjek, Herudin memasuki dari pintu ke pintu rumah para perajin pande besi tersebut.

Nuryanti mengatakan, perajin pande besi di Dusun Brembeng memiliki keunikan dan ciri khas yang luar biasa dalam pengembangan industrialisasi permesinan. Karena sebagian besar penduduk di Dusun Brembeng aktivitas kesehariannya adalam sebagai perajin pande besi. Sementara itu, kesibukan dari kaum perempuan ibu rumah tangga, membuat kerajinan tas berbahan baku plastik.

Melihat aktivitas kesibukan para perajin permesinan dari rumah ke rumah, Yanti berjanji akan memberikan perhatian serius dengan menjadikan Dusun Brembeng sebagai Sentra Industri Logam. Selain itu, para perajin pande besi di Dusun Brembeng akan diberikan pelatihan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan mereka, termasuk mengupayakan bantuan mesin untuk menunjang produktivitas para perajin ‘pande besi’.

“Dusun Brembeng ini akan kita jadikan Sentra Indusri Logam. Para perajinnya akan kita berikan pelatihan, sehingga nantinya juga bisa menghasilkan produk lainnya,” ungkap Yanti.

Dusun Berembeng, merupakan tempat Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang mayoritas penduduknya  memproduksi pisau, kapak, keris, hingga pedang yang dijual kesuluruh penjuru NTB.

Salah seorang perajin besi pande, Abdul Waris mengaku sudah memulai memproduksi berbagai jenis kerajinan yang berbahan baku besi secara turun temurun dari leluhurnya. Bahkan untuk menunjang dan mempermudah aktivitasnya sehari – sehari memproduksi berbagai jenis kerajinan berbahan dasar dari besi, Abdul menghadirkan alat sendiri secara mandiri yang diberi nama mesin ‘Nanggil’.

Abdul berbekal mesin “Nanggil’ hasil karyanya tersebut, mampu memproduksi parang dan sejenisnya termasuk cangkul dalam sehari sebanyak 20 unit. Sementara untuk pendapatan penjualan yang didapatkannya minimal Rp 300 ribu per hari.

“Alhamdulillah, pekerjaan sebagai pande besi sudah dari turun temurun saya kerjakan. Saya buat mesin ‘Nanggil’ sendiri untuk memperlancar pembuatan parang dan lainnya. Kalau bantuan dari pemerintah sampai sekarang belum pernah ada,” ungkapnya.

Nuryanti mengapresiasi kreativitas Abdul Waris perajin pande besi yang berhasil membuat mesin untuk produk IKM-nya sendiri. Mesin ini akan tetap di- support terus oleh Dinas Perindustrian Provinsi NTB berrsama Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Tengah untuk menghasilkan karya IKM yang berkualitas dan dapat menembus pasar yang lebih luas.

“Kita akan bantu memperbanyak mesin yang berhasil diproduksi oleh pak Abdul Waris untuk dibagikan kepada IKM lainnya di Dusun Brembeng,” ujar Yanti.

Selain mengunjungi sentra industri permesinan Dusun Brembeng, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti juga mendatangi perajin industri ketak UD Kube Terang Terus di Dusun Boyot Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah milik perajin Kadri.

Dalam kesempatan tersebut, Yanti mendorong perajin ketak UD Terang Terus untuk meningatkan kualitas produknya, sehingga memiliki daya tarik bagi konsumen, baik pasar domestik maupun ekspor. Ia juga meminta agar sentra kerajinan ketak berupa tas hingga keranjang buah ini dapat dapat dioptimalkan. Karena sentra sentra IKM merupakan bagian dari sinergitas antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

“Sentra ketak dengan aula dan mesin yang lengkap sudah ada di Penujak dan akan ada sentra ketak yang akan dibangun lagi,” pungkasnya. (luk)