Dukungan Prabowo di NTB Berpotensi Anjlok

Ihsan Hamid (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Mataram  Muhammad Ali menilai dukungan masyarakat pemilih di NTB terhadap Prabowo Subianto di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 berpotensi besar akan anjlok. Tak seperti Pilpres 2019, di mana Prabowo-Sandi memperoleh dukungan 75 persen.

“Saya lihat dukungan ke Prabowo di NTB akan menurun bahkan potensi anjlok,” kata Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram ini, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (14/10).

Ada beberapa hal yang membuat potensi dukungan terhadap Prabowo anjlok, di antaranya kekecewaan kuat dari pemilih Prabowo dengan sikapnya yang bergabung ke pemerintahan menjadi Menteri Pertahanan. Dengan sikap inkonsistensi yang dipertontonkan Prabowo ke publik diperkirakan akan membuat pemilihnya di NTB tidak akan memilih Prabowo lagi pada 2024.

BACA JUGA :  Nurdin Siap Dipasangkan Cagub Manapun

Ia berpandangan, pemilih Prabowo di NTB lebih suka dengan sikap Prabowo di luar kekuasaan, dan penggerak utama kubu oposisi. Masyarakat pemilih di NTB melihat Prabowo lebih terhormat tetap berada di luar kekuasaan.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid menilai, potensi anjloknya dukungan masyarakat NTB terhadap Prabowo di Pilpres 2024, juga akan sangat ditentukan dengan siapa Prabowo bertarung. Jika rivalnya Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, maka sangat besar potensi pemilih Prabowo di NTB pada pilpres sebelumnya, akan mengalihkan dukungan kepada capres lainnya itu. “Kecil kemungkinan Prabowo akan menang telak lagi di NTB,” ucap mahasiswa Doktoral UIN Jakarta ini.

BACA JUGA :  Pilkada NTB, PPP dan PAN Tepis Sudah Final Dukung Ahyar - Mori

Ia juga melihat, perpindahan dukungan pemilih Prabowo di NTB, akan dipengaruhi dengan siapa pendamping Prabowo. Jika betul koalisi Partai Gerindra dan PDIP terwujud dengan pasangan Prabowo-Puan, maka arus perpindahan dukungan tidak akan terbendung. “Tapi seberapa besar persentase perpindahan itu harus kita uji dengan hasil survei,” ucapnya.

Namun demikian, tinggi atau rendahnya tingkat perpindahan pemilih Prabowo di NTB, itu bisa diantisipasi oleh Gerindra dengan melakukan kerja-kerja politik dan pendekatan efektif ke masyarakat pemilih. “Tinggal bagaimana strategi dan taktik Gerindra di NTB, agar pemilih tetap loyal kepada Prabowo,” pungkasnya. (yan)