Dua SMK di NTB Mulai Terapkan Belajar 4 Tahun

PROGRAM SMK : Kasi Kurikulum, Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB H Umar saat bertemu dengan orang tua siswa di sekretariat PPDB NTB. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)
PROGRAM SMK : Kasi Kurikulum, Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB H Umar saat bertemu dengan orang tua siswa di sekretariat PPDB NTB. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pelaksanaan program belajar untuk siswa SMK 4 tahun sudah berjalan dua tahun terakhir belakangan ini, yakni mulai dari 2018 lalu. Program ini sudah diikuti oleh SMK yang ada di Pulau Lombok, seperti SMKPP Negeri Mataram dan SMKN 1 Batulayar. Program belajar siswa SMK selama empat tahun ini, selama 1 tahun dinilai setara dengan Diploma Satu (D1).

‘Program ini sudah berjalan dua tahun terakhir. Bahkan SMKPPN dan SMK Batulayar sudah menerapkan kurikulum empat tahun,” kata Kepala Seksi Kurikulum, Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H Umar kepada Radar Lombok, kemarin.

Dikatakannya,  program SMK 4 tahun ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan pembelajaran normal seperti biasanya selama tiga tahun. Program SMK 4 tahun selain menguatkan pendidikan di SMK, juga mampu memperdalam keterampilan siswa dalam mempersiapkan lulusan memasuki dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, manfaat yang didapat pada program SMK 4 tahun sangat banyak, selain kompetensi lulusan meningkat, lulusan akan memperoleh sertifikat kompetensi dari pemerintah dan dunia industri di tempat melakukan praktik bekerja.

“Kita berharap dengan adanya program atau kurikulum ini, siswa bisa terserap langsung di DUDI,” katanya.

Untuk diketahui, SMKN 1 Batulayar program keahlian (jurusan) yang dikembangkan, yaitu Hotel dan Restaurant, sementara di SMKPPN Mataram itu jurusan Pertanian.

Menurut Umar, jurusan ini tetap mengenyam pendidikan selama 3 tahun di sekolah, namun di industri siswanya belajar selama 1 tahun full untuk praktik langsung.

Dijelaskan Umar, program SMK 4 tahun merupakan tantangan bagi SMK. Kemendikbud RI memberikan pilihan kepada SMK untuk mengembangkan kompetensi keahlian melalui program 4 tahun. Program 4 tahun, yaitu pendidikan dilakukan di sekolah dan industri. Di tahun ke – 4 siswa penuh melakukan belajar di industri selayaknya orang yang bekerja.

“Lulusan pula akan memperoleh sertifikat dari pemerintah dan industri sebagai bekal memperoleh pekerjaan,” ujarnya. (adi)