Disbudpar NTB Kembali Lakukan Penataan Destinasi

PENATAAN DESTINASI: Tampak proyek penataan jalan lingkungan di Desa Wisata Adat Dusun Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, yang kini sedang dikerjakan, dan ditargetkan tuntas pada 22 September 2016 mendatang (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

TANJUNG—Memberikan kenyamanan kepada para wisatawan yang berkunjung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB tahun ini (2016) kembali melakukan penataan berbagai destinasi wisata, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Khusus di Pulau Lombok bagian utara, sejumlah obyek wisata yang pembangunannya sedang dikerjakan yakni kawasan Pantai Senggigi (Kabupaten Lombok Barat), kemudian Pelabuhan Khusus Teluk Nara, Gili Trawangan, dan Dusun Tradisional Senaru di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Untuk Pantai Senggigi, kami (Disbudpar NTB) sedang memasang bangku taman dan pot bunga sebanyak 33 buah, yang ditempatkan di trotoar kanan dan kiri, mulai dari jembatan depan Pondok Senggigi, hingga depan Hotel Sheraton Lombok, atau sepanjang sekitar 1 kilometer,” kata Kepala Bidang Destinasi Disbudpar NTB, H. Agus Hidayatullah, ST. MT, ketika melakukan inspeksi ke sejumlah destinasi, Rabu (7/9).

Berikutnya untuk penataan di Pelabuhan Khusus Teluk Nara, yang merupakan salah satu akses penyeberangan menuju ke kawasan Tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) sambungnya, Disbudpar NTB juga sedang membangun fasilitas ruang tunggu dan toilet. “Tak hanya itu, kami juga kembali melaksanakan pembangunan jalan keliling di Gili Trawangan,” papar Agus.

Selanjutnya di kawasan obyek wisata Desa Senaru lanjutnya, ada dua proyek pembangunan sarana dan prasarana wisata yang juga sedang dikerjakan, yaitu penataan jalan agar terlihat lebih indah ketika para wisatawan memasuki Desa Senaru, dan pembangunan jalan lingkungan di kawasan Desa Wisata Adat Dusun Tradisional Senaru.

“Masing-masing proyek pembangunan sarana dan prasarana untuk penataan obyek wisata itu, rata-rata dianggarkan mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 200 juta, bahkan lebih. Kebanyakan yang digunakan adalah anggaran yang bersumber dari dana aspirasi anggota dewan provinsi,” tutur Agus.

Pembangunan sarana dan prasarana tidak hanya dilaksanakan di kawasan Lombok bagian utara saja, tetapi merata di pulau Lombok dan Sumbawa. Tentunya yang dilakukan penataan adalah obyek wisata yang populer dan sering dikunjungi para wisatawan.

“Kalau hari ini (kemarin, red) kami inspeksi ke sejumlah destinasi wisata di wilayah utara Lombok, maka hari-hari berikutnya kami juga akan melakukan kunjungan ke Lombok Tengah, Lombok Timur, bahkan Pulau Sumbawa, untuk melihat progres pembangunan yang sedang dilakukan. Mengingat rata-rata rentang waktu penyelesaian masing-masing proyek pembangunan harus sudah tuntas selama 60 hari kerja,” ujar Agus.

Halim, salah satu kontraktor yang mengerjakan proyek pemasangan bangku taman dan pot bunga di kawasan Pantai Senggigi senilai Rp 199.520.000, juga mengakui, kalau batas waktu pembangunan hanya selama 60 hari kerja, tepatnya 5 Agustus – 3 Oktober mendatang. “Alhamdulillah, dari 33 titik pondasi untuk pemasangan bangku taman dan pot bunga yang kami kerjakan, kini hanya tinggal 8 titik saja yang belum selesai. Jumat besok (9/9) semua pondasi sudah selesai dibangun, dan keesokan harinya, Sabtu (10/9), bangku taman pesanan dari Jepara (Jawa Tengah) sudah tiba dan tinggal dipasang saja,” bebernya.

Senada, Haramain, pengawas pembangunan proyek jalan lingkungan di Desa Wisata Adat Dusun Senaru menyampaikan, kalau proyek senilai Rp 174.270.000, yang sedang dikerjakan pihaknya itu juga harus selesai selama 60 hari kerja, 25 Juli – 22 September. “Kami mengerjakan jalan masuk dan jalan lingkungan Dusun Senaru sepanjang 157 meter, dengan lebar jalan 2,4 meter yang terdiri dari 1,5 meter jalan dengan bahan batu alam, dan got kanan kiri jalan selebar masing-masing 30 centimeter,” jelas Haramain. (gt)