Dinas Klaim Semua Petani Tembakau Diakomodir

TEMBAKAU : Aktivitas pembelian tembakau petani di salah satu gudang perusahaan tembakau di Lotim belum lama ini. (M.Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Penjualan tembakau oleh petani tembakau ke perusahaan yang ada di Lombok Timur saat ini sedang berjalan. Sampai saat ini penjualan tembakau tidak ditemukan masalah. Baik itu tembakau petani swadaya maupun binaan. Dinas mengklaim semua petani tembakau telah diakomodir oleh perusahaan.” Alhamdulillah semua sudah terakomodir. Sejauh ini belum ada kita temukan masalah, baik terkait penjualan maupun harga,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Lotim, H. Masri, kemarin.

Sebagian besar tembakau petani telah terbeli. Namun dia belum melihat data pasti berapa jumlah tembakau yang telah terjual sampai dengan sekarang ini.” Kalau jumlah pasti perlu kita cek dulu datanya. Yang pasti sebagian besar telah terjual, meski sebagian masih sedang produksi,” ungkapnya.

Soal pembelian tembakau ini kata dia, setiap perusahaan punya kuota. Entah itu perusahaan besar maupun perusahaan yang kecil. Dari sekian jumlah perusahaan tembakau di Lotim, kuota pembelian terbanyak adalah PT. Bentoel.”Kalau Bentol itu kuota pembeliannya 8. 500 ton. Sementara perusahaan yang lain di bawah itu,” lanjutnya.

Meski setiap perusahaan punya kuota pembelian, namun dia berharap ketika kuotanya telah terpenuhi diminta supaya tetap bisa lakukan pembelian. Terutama terhadap tembakau yang diproduksi oleh petani swadaya. Beda halnya dengan petani binaan, tembakau yang mereka produksi dipastikan tetap akan dibeli oleh perusahaan mitra.”Tapi biasnya ketika kuota sudah terpenuhi terutama perusahan kecil nggak bisa lakukan pembelian lagi karena sudah pergi,” ungkapnya.

Ia menambahkan kuota pembelian tembakau petani secara menyeluruh di Lotim baik itu tembakau yang diproduksi petani binaan maupun swadaya sebanyak 13. 900 ton. Dengan rincian sekitar 10.600 ton pembelian tembakau petani binaan sisanya tembakau petani swadaya.(lie)