Dilematis Ahyar di Masa Kampanye

H Ahyar Abduh (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mataram Tahun 2020 sudah memasuki tahapan kampanye. Sikap Wali Kota Mataram, H Ahyar masih penuh teka-teki. Ahyar belum secara gamblang menyatakan sikap untuk turun gunung mengkampanyekan putra sulungnya, H Badruttamam Ahda.

Seperti diketahui, putra Wali Kota Mataram akan bersanding dengan H Makmur Said (MUDA) untuk bertarung di Pilkada Kota Mataram. Kendati demikian, H Ahyar Abduh belum menyatakan secara jelas untuk turun kampanye untuk putranya.

Memasuki masa kampanye, Ahyar dicecar tentang dilematis dalam bersikap. Di satu sisi, putra kandungnya sedang bertarung di Pilkada Kota Mataram. Sisi lainnya, sebagai kader Partai Golkar, Ahyar punya beban moral untuk memenangkan dan mendukung calon yang didukung Partai Golkar, yaitu pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM).

Tentang kondisi itu, Wali Kota Mataram dua periode ini menjawab diplomatis layaknya politisi senior. “Mana, itu kan sudah punya tim masing-masing. Walaupun saya juga tidak kampanye, apakah untuk Golkar, apakah untuk anak saya. Kan masyarakat sudah mengerti itu,” katanya.

Sikap wali kota ini masih penuh misteri. Karena ada konsekuensi jika dirinya turun gelanggang untuk kampanye. Yaitu sebagai kepala daerah. Tentunya harus mengajukan cuti jika melaksanakan kampanye. Tapi Ahyar mengaku tidak berpikir untuk mengajukan cuti. “Saya belum putuskan saya cuti atau tidak,” imbuhnya.

Dia berdalih masih banyak tugas yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Utamanya dibidang pemerintahan dan meminpin Kota Mataram. Apalagi tugas wali kota saat ini cukup berat ditengah masa pandemi. “Tugas saya banyak yang harus dilaksanakan dipemerintahan ini,” terangnya.

Senyumnya semakin mengembang saat ditanya tentang dirinya didaulat sebagi ketua pemenangan pasangan MUDA. Informasi tersebut terus menyebar sejak putranya dipastikan berlaga di Pilkada Kota Mataram. “Saya tidak masuk. Sudah jelas itu saya sebagai wali kota tidak boleh masuk,” tegasnya.

Ahyar mengaku tidak ingin turut campur urusan dukungan di Pilkada. Walaupun diminta untuk mendukung salah satu calon. Dia fokus dengan tugas sebagai Wali Kota Mataram. “Tidak, saya juga tidak akan turun. Kalau turun kan untuk mengamankan saja sebagai wali kota. Bisa saja itu. Tidak dong (kampanye) kecuali saya cuti. Nanti kita lihat,” pungkasnya. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaPengadilan Tipikor Mataram Mulai Ramai Kasus Kades
Berita berikutnyaTumbuh Nyaris 50 Persen, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi