Dewan Lobar Terlalu Sibuk Urusan Pimpinan

Dewan Lobar Terlalu Sibuk Urusan Pimpinan
DITETAPKAN : Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Lombok Barat membacakan putusan paripurna dewan tentang susunan pimpinan DPRD Lobar kemarin.( Fahmy/Radar Lombok)

Target Kerja Cepat Jadi Meleset

GIRI MENANG– Tercatat sudah sekitar satu bulan sejak mereka dilantik, anggota DPRD Lombok Barat belum memberikan harapan. Daerah-daerah lain sedang sibuk merumuskan APBD, dewan Lobar masih sibuk dengan urusan internal. Akibat SK Golkar terkait jabatan wakil ketua telat masuk, sampai saat ini pimpinan DPRD definitif belum dilantik. Karena pimpinan definitif belum ada, agenda-agenda lain belum bisa dibahas. Termasuk pembahasan KUA-PPAS yang menurut ketentuan sudah harus dirampungkan pada tanggal 15 September mendatang. Target kerja cepat mereka meleset. Kondisi ini pun disorot publik.

Salah satu yang menyoroti masalah ini adalah Direktur Lembaga Kajian Masyarakat (LKM) Rinjani, Pahrizal Iqrom. Ia mengatakan kondisi ini bisa merugikan semua pihak, terutama masyarakat Lombok Barat. Karena dengan belum adanya pimpinan DPRD yang difinitif, maka DPRD Lobar tidak bisa bekerja, apalagi bisa menghasilkan keputusan yang berpihak kepada masyarakat.”

Saya kira kondisi saat ini merugikan semua pihak, harus ada upaya percepatan penetapan pimpinan,” ungkapnya kepada Radar Lombok kemarin.

DPRD Lobar belum bisa memutuskan banyak hal karena belum memiliki kewenangan dalam membuat dan memutuskan kebijakan. Pada akhirnya pelayanan publik terganggu sehingga masyarakat akan menerima dampaknya. Dampak yang  dimaksud adalah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja dewan.”Kalau dibiarkan seperti ini kepercayaan masyarakat ke legislatif bisa turun,” imbuhnya.

Kondisi ini tidak boleh di biarkan berlarut-larut. Anggota dewan harus konsisten menjalankan janji-janjinya. Selain itu mereka harus lebih responsif terhadap kebutuhan publik.”Dengarkan suara konstituen mereka kemudian perjuangkan, jangan malah menjadi oportunis. Jadilah politisi yang bermartabat dengan tidak ikut-ikutan melakukan transaksi politik kotor dan  bermain di dalam ruang-ruang gelap,” ungkapnya.

Sementara itu kemarin paripurna dewan menetapkan empat pimpinan. Empat pimpinan DPRD Lobar yang ditetapkan untuk diusulkan ke bupati dan ke Gubernur NTB untuk dilantik yaitu Hj. Nurhidayah (Ketua DPRD), Hj. Nurul Adha (Wakil Ketua), Imam Kafali (Wakil Ketua) dan Ahmad Suparman (Wakil Ketua).”Hari ini kita sudah lakukan paripurna penetapan pimpinan DPRD Lobar,” ungkap Ketua DPRD Lombok Barat sementara, Hj. Nurhidayah.

Satelah ditetapkan, sekretariat DPRD akan segera memproses hasil paripurna yakni diajukan ke bupati. Bupati selanjutnya mengajukan ke Pemprov agar bisa dilantik. “Empat pimpinan ini sudah resmi tinggal nunggu jadwal dari provinsi,” imbuhnya.

DPRD Lobar sebenarnya tidak ingin menunggu lama. Selama satu bulan satelah dilantik belum bisa bekerja. Ia berharap satelah usulan pelantikan masuk ke gubernur, tidak menunggu waktu lama pelantikan bisa dilangsungkan.”Nanti kita gabung pelantikan untuk efisiensi angaran,” ungkapnya.(ami)