Cegah Covid-19,Perayaan Malam Tahun Baru Ditiadakan

Lalu Martawang (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Perayaan malam tahun baru 2021 ditiadakan di Kota Mataram. Semua cafe maupun tempat umum sudah diberikan larangan untuk perayaan malam tahun baru. “Perayaan malam tahun baru dengan pesta kembang api dan hiburan rakyat di Lapangan Sangkareang ditiadakan. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, kepada Radar Lombok, Senin kemarin (14/12).

Para pengusaha perhotelan juga sudah diberikan imbauan untuk tidak merayakan pesta malam tahun baru, untuk mencegah kerumunan. “Perayaan malam tahun baru 2021, kita tidak ada membuat rencana kegiatan seremonial seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat merayakan malam pergantian tahun di rumah masing-masing dengan keluarga. “Kalau sekadar merayakan bersama keluarga dengan kumpul-kumpul atau kegiatan positif lainnya di rumah, silakan saja,” katanya seraya meminta para pelaku usaha harus mematuhi imbauan yang sudah ditetapkan Wali Kota Mataram. Karena pihaknya melihat beberapa persiapan sudah mulai terlihat dibeberapa hotel.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Nizar Deny Cahyadi mengatakan sejumlah destinasi wisata juga dipantau saat perayaan liburan untuk mencegah kerumunan. Biasanya, masyarakat merayakan tahun baru dengan mendatangi lokasi wisata, khususnya pantai. “Kami akan melakukan pengawasan lebih ketat lagi di objek wisata, dan untuk hal ini akan kita koordinasikan dengan jajaran TNI/Polri,” katanya.

Denny memprediksi objek wisata ramai. Sebab, 1 Januari jatuh pada Jumat, sehingga masyarakat diprediksi enggan keluar rumah. “Tapi pengawasan tetap kita lakukan, dan mengoptimalkan pada hari Sabtu dan Minggu,” katanya.

Beberapa objek wisata pantai di Kota Mataram yang ramai dikunjungi saat libur antara lain Pantai Ampenan, Pantai Loang Baloq, Pantai Mapak dan Pantai Gading. Pengawasan di objek wisata itu sudah mulai longgar dan tidak lagi disiagakan petugas dari TNI/Polri, akan tetapi petugas dari TNI/Polri melakukan pengawasan dengan sistem patroli. “Sementara pengawasan terkait protokol kesehatan Covid-19 terhadap para pengunjung dilakukan oleh petugas di masing-masing destinasi wisata,” katanya. (dir)