Camat, Sekdis, dan Jabatan Inspektur Lowong

DILANTIK-Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, mengambil sumpah jabatan H. Ilham sebagai Asisten III Setda Lobar kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Tiga jabatan Camat (Camat Batulayar,  Camat Narmada, dan Kuripan), dua jabatan sekretaris dinas  (Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyakarat Desa dan sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), serta jabatan Inspektur Inspektorat saat ini lowong.

Lowongnya sejumlah jabatan ini terjadi setelah selesai tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi. Sebanyak tiga orang pejabat eselon III dapat promosi ke jabatan eselon II. Camat Batulayar yang lama kini menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembang SDM, Sekretaris PMD menjadi Kepala Dinas PMD dan Sekretaris Dinas Perkim menjadi staf ahli bidang hukum dan politik. Sedangkan untuk Inspektur Inspektorat kosong, karena pejabat lama, H. Ilham, diangkat menjadi Asisten III. Camat Narmada sudah lebih dulu naik ke jabatan eselon II, sedangkan Camat Kuripan, Banu Harli, memasuki masa pensiun pada akhir tahun 2020.

Rabu (6/1), Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, melantik dan mengambil sumpah jabatan H. Ilham untuk jabatan barunya sebagai Asisten III Bidang Kesejahteraan Masyakarat, menggantikan H. Mahyudin yang sudah pensiun awal bulan Januari lalu. “Seharusnya pelantikan Asisten III berbarengan dengan pelantikan tiga pejabat yang kemarin, tetapi tidak kita lakukan,” kata bupati.

Padahal izin untuk melantik dari KASN dan Mendagri didapatkan sudah lama. Tapi masa pensiun asisten III yang lama, pensiun  per 1 Januari, sehingga pelantikan dilakukan kemarin.

Saat pelantikan, bupati mengingatkan agar para pejabat meningkatkan sinergi antar sesama OPD. Tugas utama asisten adalah menjadi koordinator.”Tingkatkan sinergitas, komunikasi dan kebersamaan antar semua OPD,” katanya.

Pada saat pelantikan tiga pejabat eselon II pada pekan lalu, bupati meminta agar staf ahli lebih memainkan peran.“Semua potensi harus kita manfaatkan untuk memaksimalkan hasil-hasil dari pembangunan. Termasuk staf ahli, saya sangat berharap kepada staf ahli sesuai dengan bidangnya, agar asisten juga berkoordinasi dengan staf ahli dalam konteks supervisi, koordinasi, dengan OPD-OPD yang ada di Lombok Barat,” ujar bupati.

Bahkan bupati berharap agar staf ahli diikutkan dalam memberikan masukan tertulis. “Saya berharap ada saran-saran tertulis dari staf ahli tentang kegiatan apa yang bisa kita ambil yang bisa mempercepat tercapainya pembangunan,” ungkap bupati.

Bukan hanya kepada staf ahli, kepada ketiga pejabat yang dilantik pun bupati menaruh harapan yang sama. “Mohon kepada para pejabat yang baru saja dilantik, berikan bukti kepada kita semua dan masyarakat Lombok Barat bahwa anda bisa melakukan yang lebih baik dari pejabat sebelumnya bahkan dari jabatan-jabatan sebelumnya yang diemban,” pesannya.

Khusus untuk Kepala Dinas PMD, bupati berpesan agar memberikan supervisi kepada kepala desa yang dipilih oleh masyarakat. Hal ini, sambungnya, butuh tenaga dan kemampuan ekstra untuk berkoordinasi dalam rangka pembinaan. “Jabatan politik itu biasanya lebih sulit untuk dilakukan koordinasi. Karena secara psikologis mereka dipilih oleh masyarakat. Namun tugas PMD adalah koordinasi, memberikan supervisi, mengarahkan supaya mereka tetap di rel yang benar,” pesan bupati.

Dengan cara demikian bupati berharap tidak ada lagi kepala desa yang ditetapkan menjadi tersangka. Acara ini juga disaksikan oleh sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Lombok Barat.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Lobar, Syahrudin, mengatakan, untuk pengisian tiga jabatan eselon III yang kosong, nantinya akan dilakukan pengangkatan dengan lebih dahulu melakukan assesment terhadap sejumlah pegawai yang ada di Pemkab Lobar.

Pihaknya menargetkan pada bulan April 2021 semua posisi yang lowong sudah terisi, termasuk Jabatan untuk Inspektorat sudah bisa terisi dengan melaksanakan pansel secara terbuka.”Bulan April, kita targetkan semua sudah terisi pejabat yang kosong,” katanya.

Untuk saat ini, pihak sedang melakukan persiapan untuk melakukan asesmen untuk  sejumlah pejabat  yang memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan yang kosong. Pada saat pelantikan nanti, tidak menutup kemungkinan akan diikuti dengan posisi jabatan yang lainnya, karena akan diikuti pergeseran jabatan yang lainnya ketika ada yang mendapatkan jabatan baru.” Tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa puluhan nanti dilantik,” ungkapnya. (ami)