Bupati, Wabup, Penjabat Sekda, dan Kapolres Lombok Utara Urung Divaksin

VAKSIN PERDANA: Ketua DPRD KLU Nasrudin menjadi orang pertama di KLU yang divaksin. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Vaksinasi tahap pertama covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dilaksanakan, Selasa (2/2) kemarin. Sayangnya dari sejumlah pejabat yang diagendakan divaksin, ada empat orang yang urung divaksin.

Adapun pejabat yang sejatinya divaksin yakni Bupati KLU Najmul Akhyar, Wabup KLU Sarifudin, Penjabat Sekda KLU Raden Nurjati, Ketua DPRD KLU Nasrudin, Wakil Ketua I DPRD KLU Burhan M Nur, Wakil Ketua II DPRD KLU Mariadi, Kapolres KLU AKBP Fery Jaya Satriansyah,  Komandan Kodim 1606/Lobar, Ketua BAZNAS KLU, Kepala Kemenag KLU, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD KLU, Ketua MUI KLU, Kepala Dinas Kominfo KLU, Ketua IDI KLU, Ketua PPNI KLU, Ketua IBI KLU, dan lainnya.

Bupati sendiri tidak lolos screening atau penyaringan riwayat kesehatan, karena alergi obat-obatan, sementara Wabup tidak hadir karena kurang sehat, lalu Kapolres KLU mengalami hal yang sama tidak lolos screening sehingga tidak bisa divaksin. Begitu juga Penjabat Sekda KLU Raden Nurjati tidak lolos screening. “Tadi, sudah saya ikuti proses screening baik di meja satu maupun di-screening meja dua namun petugas menyatakan tidak boleh karena ada alergi obat-obatan, sehingga saya tidak bisa divaksin, yang sebenarnya sangat mengharapkan disuntik vaksin itu, dan saya sudah menyatakan diri sejak awal ingin paling pertama sebagai bukti ke masyarakat luas,” ungkap Najmul usai di-screening.

Ia mengajak kepada masyarakat tidak perlu khawatir karena pemberian vaksin suntik tidak asal suntik namun mengikuti pemeriksaan dahulu. Jika dinyatakan tidak ada riwayat penyakit maka bisa disuntik namun jika ada riwayat penyakit penyerta maka tidak bisa disuntik sesuai standar operasional pelayanan (SOP) pemberian vaksin. “Mari masyarakat tidak perlu khawatir, karena proses pemberian vaksin melalui SOP, bukan asal suntik seperti berita hoaks yang menyebar selama ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres KLU AKBP Fery Jaya Satriansyah mengatakan, dirinya memiliki riwayat penyakit penyerta sehingga setiap bertugas membawa obat-obatan. “Saya ada riwayat penyakit makanya tidak diperbolehkan. Kalau secara fisik sih kuat, tapi yang di dalam,” katanya.

Selanjutnya Ketua DPRD KLU Nasrudin dinyatakan lolos screening dan menjadi yang pertama divaksin covid-19 di KLU. “Alhamdulillah, sebagai pertama disuntik vaksin covid-19, saya ingin menunjukkan bahwa vaksin itu aman kepada masyarakat,” ucapnya.

Selanjutnya disuntik vaksin yakni Wakil Ketua DPRD KLU Burhan M Nur dan Mariadi. Baru diikuti oleh Ketua FKUB KLU TGH Muhsin Efendy.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. Lalu Bahrudin menerangkan, yang divaksin 27 orang dari unsur pejabat lingkup pemda, perwira lingkup polres, kapten lingkup koramil, para nakes, serta unsur tokoh masyarakat.

Setelah pemberian suntik vaksin, diminta menunggu selama 30 menit untuk mengantisipasi efek yang tidak diinginkan. Kemudian sudah dipersiapkan ambulans. Tetapi 27 orang yang divaksin berjalan lancar. Selanjutnya mereka akan kembali menerima suntik vaksin pada dua minggu lagi. (flo)