BRI Mataram Pasang Alat Anti Skimming di 82 Mesin ATM

Ilustrasi Skimming
Ilustrasi Skimming

MATARAM – Bank rakyat Indonesia (BRI) mulai memperketat pengawasan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menghindari terjadinya tindak kejahatan skimming yang membobol rekening tabungan nasabah. Bahkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan ‘skimming’ BRI Cabang Mataram telah mulai memasang alat depskimming di setiap mesin ATM BRI.

“Sebanyak 82 unit mesin ATM BRI yang ada di titik rawan, sudah dipasangi alat depskimming atau anti mesin skimming dari pelaku tindak kejahatan pembobolan mesin ATM,” kata Kepala Cabang BRI Mataram, Harsono, Rabu kemarin (21/3).

Dikatakannya, dari jumlah 118 mesin ATM BRI yang ada di wilayah Cabang Mataram, seperti Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara, BRI sudah memasang alat anti pembobolon kartu ATM nasabah yang disebut alat depskimming. Alat tersebut berfungsi mendata secara langsung , jika ada pelaku tindak kejahatan yang memasang alat skimming di area tombol angka untuk pin kartu ATM. Secara otomatis mesin tersebut langsung berfungsi ketika ada oknum yang memasang mesin skimmer dan saat itu juga, mesin ATM BRI tersebut tidak bisa berfungsi dalam langsung mati seketika.

Dengan keberadaan alat depskimming ini, kata Harsono, akan meminimalisir tindak kejahatan skimming di mesin ATM milik BRI utamanya yang di kawasan pariwisata menjadi daerah rentan terjadi pembobolan.

“Mesin depskimming sudah mulai dipasang tanggal 17 Maret di 81 mesin ATM utamanya dititik yang rawan seperti di kawasan pariwisata,” terang Harsono.

Lebih lanjut Harsono mengatakan, selain melakukan pemasangan alat depskimming, BRI Cabang Mataram  juga memberlakukan pembatasan waktu layanan di sejumlah mesin ATM di daerah rawan di sejumlah kawasan pariwisata. Mesin ATM tersebut hanya bisa berfungsi digunakan untuk bertransaksi dari pukul 06.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Diatas pukul 22.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita, sejumlah mesin ATM yang ada di daerah rawan terjadinya pembobolan, dimatikan untuk sementara.

“Dari pukul 22.00 Wita malam sampai 06.00 Wita pagi, sejumlah mesin ATM di sejumlah titik itu tidak bisa digunakan transaksi, karena mesinnya dimatikan,” jelasnya.

Selain berbagai upaya tersebut, sambung Harsono, BRI Cabang Mataram juga secara rutin menggelar razia mesin ATM oleh petugas yang telah dibentuk. Petugas pengawas mesih ATM itu, setiap pagi, siang hingga malam, tetap mengontrol serta mengawasi mesin ATM.

“Petugas pengawas ini setiap pagi dan sore melaporkan kondisi mesin ATM, apakah aman atau ada tanda tanda alat terpasang yang mencurigakan. Termasuk juga pengawasan melalui cctv yang terpasang di setiap mesin ATM,” pungkasnya. (luk)