BPR NTB Lobar Targetkan Kredit Produktif 90 Persen

H. Muhammad Husni
H. Muhammad Husni (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Direktur Utama PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Lombok Barat (Lobar), H. Muhammad Husni, memastikan pada tahun 2018 ini akan lebih memperbesar portofolio penyaluran kredit untuk sektor produktif. Salah satu yang menjadi bidikan BPR NTB Lobar untuk pembiayaan produktif adalah sektor pertanian.

“Tahun 2018 penyaluran kredit produktif bisa di angka 90 persen, dari total kredit yang tersalurkan,” kata Husni, Rabu kemarin (28/2).

Husni mengatakan, di tahun 2017, penyaluran kredit PD BPR NTB Lobar sebagian besar di sektor produktif mencapai 75 persen, dan 25 persen adalah sektor kredit konsumtif.

Untuk kredit produktif tersebut adalah untuk modal kerja yang didominasi usaha perdagangan. Pinjaman kredit untuk modal usaha di sektor perdagangan ini bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 25 juta.

Pada tahun 2017, realisasi penyaluran kredit BPR NTB Lobar mencapai Rp 83miliar lebih, dengan jumlah debitur sebanyak 4.211 debitur, baik itu perorangan maupun perusahaan/koperasi dan badan hukum lainya. Sementara untuk outstanding kredit di bulan Desember 2017 mencapai Rp 93,8 miliar, dengan total nasabah sebanyak 6.116 debitur.

Lebih jauh dikatakan, untuk meningatkan penyaluran kredit di sektor produktif, khususnya pertanian dan perkebunan, PD BPR NTB Lobar menerapkan pola pembayaran pinjaman setiap panen. Misalkan jika petani tanaman padi, untuk biaya berbagai kebutuhan tanaman padi tersebut, kemudian pembayaran pinjaman dilaksanakan ketika sudah panen.

Begitu juga dengan pembiayaan untuk tanaman tembakau, BPR NTB Lobar juga memberikan keringanan dengan sistem angsuran kredit dilakukan setiap panen. Dengan begitu, para petani tidak merasa diberatkan, melainkan sangat terbantu. Terlebih lagi dengan suku bunga yang diberikan lebih kompetitif, dan proses yang lebih cepat dan simpel. “Kredit pertanian dan perkebunan tetap menjadi prioritas kami sebagai lembaga keuangan milik pemerintah daerah berperan di sektor mikro,” ujarnya.

Lebih lanjut Husni mengatakan, secara umum kinerja PD BPR NTB Lobar mengalami pertumbuhan positif. Ia menyebutkan, untuk asset di tahun 2016 sebesar Rp 102,1 miliar, naik menjadi Rp 110,9 miliar, atau tumbuh sebesar 8,63 persen. Kemudian penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di tahun 2016 sebesar Rp 61,3 miliar, naik menjadi Rp 69,3 miliar di tahun 2017, atau tumbuh sebesar 13 persen.

“Yang turun hanya laba dibandingkan tahun 2016, karena penyaluran kredit di tahun 2017 lebih seret. Dimana itu terjadi karena kondisi ekonomi yang kurang bagus di sektor riil,” pungkasnya. (luk)