Bimtek Penyuluh Tingkatkan Produksi Petani Cabai di NTB

PEMBUKAAN: Kepala Bapeltanbun NTB,  Hendro Yulistiono SP.,M.Si saat membuka kegiatan Bimtek Bagi Penyuluh OTP pada tanaman cabai dalam program IPDMIP untuk pengembangan kompetensi penyuluh pertanian ASN di Bapeltanbun NTB.

MATARAM–Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB melalui, Balai Pelatihan dan Perkebunan (Bapeltanbun) memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Penyuluh dengan materi pelatihan pembibitan dan Organisme Pengganggu Tanaman (OTP) pada tanaman cabai dalam program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) untuk pengembangan kompetensi penyuluh pertanian ASN selama empat hari dari tanggal 6-9 Juni 2022.

Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Provinsi NTB,  Hendro Yulistiono SP.,M.Si mengatakan, kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dengan tujuan untuk pengembangan kompentensi bagi penyuluh pertanian terkait dengan pembibitan dan OPT pada tanaman cabai.

Sehingga materi yang akan disampaikan selama proses kegiatan baik itu materi dalam ruangan maupun ketika pratik kunjungan lapangan diharapkan dapat menujang pemahaman dan pengetahuan para penyuluh ketika kembali bertugas dalam mendampingi petani dilapangan.

“Intinya kami harapkan peserta dapat mengikuti semua proses Bimtek sampai selasai. Karena materi sudak kami siapkan dan untuk kunjungan lapangan sudah kami tentukan,” katanya saat mewakili Kepala Distanbun NTB membuka Bimtek pada Senin (6/6/2022).

FOTO BERSAMA: Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) saat berfoto bersama seusai acara pembukaan di Bapeltanbun NTB.

Bimtek yang diikuti 30 orang penyuluh dalam kegiatan program IPDMIP berasal dari Lombok Timur 7 orang, Kabupaten Lombok Tengah 7 orang, Kabupaten Dompu 7 orang, dan Kabupaten Bima 7 orang serta penyuluh dari provinsi sebanyak 2 orang.

Diharapkan dapat memberikan efek positif bagi petani  dalam peningkatan produksi hasil pertanian.

Baca Juga :  Masyarakat Didorong Kurangi Konsumsi Cabai

“Paling tidak bagi bapak/ibu yang mengikuti pelatihan dapat menambah ilmu khususnya yang belum mendapatkan materi OPT tanaman cabe. Tapi bagi yang sudah menerima materi bisa menambah pemahaman dari diskusi bersama,” harapnya.

KUNJUNGAN LAPANGAN: Peserta saat praktik kunjungan lapangan di kelompok tani Orong Balak Dusun Bongkemalik, Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.

Koordinator Widyaiswara Bapeltanbun Provinsi NTB, Ir. H. Ribut Suryanto, MP, mengatakan, Bimtek ini diberikan kepada para penyuluh dikarenakan titik kritis dalam budidaya cabai adalah proses pembibitan dan OPT pada tanaman cabai yang sering diserang penyakit.

“Sehingga dalam empat hari kegitan Bimtek ini banyak materi yang diberikan oleh narasumber terutama pada teknik-teknik yang harus dikuasai oleh peserta pelatihan untuk diimplementasikan kepada petani, supaya petani bisa mandiri dalam pengadaan benih atau bibit cabai dan lebih efesian dalam proses budidayanya,” katanya.

Sebab menurutnya, petani selama ini dalam melakukan budidaya cabai kebanyakan membeli benih atau bibit cabai yang seharusnya petani bisa langsung melakukan proses pembibitan secara mendiri sehingga bisa menggurangi biaya dalam budidaya.

Karena apabila petani melakukan secara mandiri otomatis tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli bibit dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar.

“Makanya dalam program IPDMIP ini kita ingin petani pun dalam hal proses budidaya agar efesien bisa melakukan pembibitan secara mendiri sehingga penyuluh dilapangan yang kita bimbing ini mampu mentransfer ilmunya kepada petani diwilayah binaan IPDMIP masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga :  Bapeltanbun NTB Gelar Pelatihan Mentor Rantai Nilai IPDMIP
PEMBIBITAN: Peserta saat melihat langsung proses pembibitan cabai di kelompok tani Orong Balak Dusun Bongkemalik, Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.

Disamping itu, sambungnya, dalam Bimtek ini juga penyuluh diberikan pengetahuan terkait dengan pengendalian OPT pada tanaman cabai, mulai dari bagaimana untuk mengatasi hama penyakit yang dominan menyerang pada tanaman cabai selama ini.

“Ini yang kita fokus dalam pemberian materi baik itu secara teori maupun praktek kepada para penyuluh selama Bimtek,” sambungnya.

Selama pemberian materi dalam kegiatan Bimtek, dilaksanakan dengan menerapkan metode pelatihan partisipatif yang dikombinasikan dengan metode-metode lainnya seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Untuk materi bimtek, diberikan di ruang kelas Bapeltanbun yang berlokasi di Narmada, Lombok Barat.

Sedangkan untuk praktik kenjungan lapangan dilaksanakan ditempat kelompok tani Orong Balak Dusun Bongkemalik, Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur dengan Ketua H. Subhan.

“Jadi untuk pemberian materinya kita lakukan didalam ruangan. Baik itu soal meteri pembibitan dan OPT cabai, kemudian kita juga terjun praktik kerja lapangan,” katanya.

Dengan dibekali pengetahuan secara teori maupun praktik kunjungan lapangan yang dilaksanakan,  tidak lain agar para penyuluh dapat memahami  dari hulu sampai hilir sehingga dapat gambaran secara langsung mulai  proses awal pembibitan, budidaya hingga pemasaran cabai yang dilakukan di NTB.

“Dengan teori dan praktik mudah-mudahan para penyuluh ini mampu mentransfer kepada petani diwilayah kerja masing-masing,” harapnya. (sal/*)

Komentar Anda