BI NTB Bantu UMKM Produk Pangan Miliki Sertifikat Halal

Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni, Rektor UNU Baiq Mulianah, Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Winda Putri Listya pose bersama pelaku UMKM produk pangan olahan, Senin (4/3).

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Salah satu strategi untuk mendukung perluasan ekosistem ekonomi syariah melalui akselerasi Jaminan Produk Halal (JPH) sertifikat halal.

Bank Indonesia Provinsi NTB berkolaborasi dengan lembaga halal center Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Provinsi NTB memberikan kemudahan UMKM mendapatkan sertifikat halal untuk produk kuliner atau pangan. NTB sebagai destinasi wisata halal dunia, maka BI NTB mendukung tumbuhnya ekonomi berbasis syariah, salah satunya untuk sertifikasi produk pangan halal.

“Kehadiran halal center ini dapat membantu pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI NTB Winda Putri Listya Winda Putri Listya, Senin (4/3).

Baca Juga :  Bank Indonesia Ajak Guru dan Siswa Cintai Rupiah

Winda menyebut jika BI NTB akan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi lainnya di NTB dalam rangka pembentukan halal center, baik ada di pulau Lombok maupun Sumbawa. Terlebih lagi, banyak pelaku UMKM produk pangan di NTB belum memiliki sertifikat halal, terutama bagi UMKM skala mikro.

“Ini salah satu langkah ekstensifikasi dan akselerasi program sertifikasi halal yang dilakukan BI NTB,” kata Winda.

Baca Juga :  BI NTB Ajak Ponpes Berkontribusi Kendalikan Inflasi

Winda menyebut ada 650 calon pendamping diberikan pelatihan dan nantinya kehadiran pendamping halal yang baru menjadi perantara untuk UMKM mendapatkan sertifikat halal. Selanjutnya, untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam rangka akselerasi perluasan ekosistem halal di NTB, Bank Indonesia akan mendorong proses sertifikasi halal bagi penyelenggara rumah potong hewan (RPH).

“Ini sebagai salah satu upaya kami untuk membentuk ekosistem halal secara end to end khususnya makanan olahan daging dan ungags,” imbuh Winda. (luk)

Komentar Anda