Berkunjung ke Lombok Forgotten Children (LFC) Center Mataram

KANTOR : Inilah kantor sementara LFC Center yang ada di Jalan Sapta Pesona Pagutan Kota Mataram. (Zulfahmi/Radar Lombok)

Salah satu mimpi besar Endri Susanto selaku pendiri Endri’s Foundation adalah memiliki tempat khusus yang menjadi lokasi pusat kegiatan yang diberi nama Lombok Forgotten Children (LFC) Center.


ZULFAHMI-MATARAM


Pelan dan pasti mimpi Endri akan terwujud. Berbekal bantuan seorang bule Australia, ia kini menempati satu unit rumah dua lantai di Jalan Sapta Pesona Kelurahan Pagutan Kecamatan sebagai tempat kegiatan. Bangunan ini disewa selama setahun.

Tidak ada aktivitas mencolok di kantor ini. Yang paling sering terlihat adalah pertemuan dengan orang-orang yang datang minta bantuan. Setiap hari Endri dan teman-temannya lebih banyak di lapangan melakukan pendampingan terhadap orang-orang sakit.” Kita kebanyakan di luar,”tuturnya kemarin.

Mataram adalah ibu kota provinsi yang juga pusat pembangunan, pusat kesehatan dan lain-lain. Karena saat ini kantor masih ngontrak, Ia berharap bisa mendapatkan lahan kurang lebih satu hektar. Denganluas  lahan satu hektar itu akan dibangun beberapa gedung yang akan menjadi pusat bantuan orang-orang yang sakit dan penyandang disabilitas.

Misalnya nanti satu ruangan akan diberikan kepada salah satu orang yang bisa membuat kaki palsu.” Kantor ini akan jadi kantor untuk mengkoneksikan orang- yang membantu dan yang membutuhkan batuan,” terangnya.

Tidak hanya itu kedepan kantor ini akan menjadi pusat rehabilitasi bagi para penyandang disabilitas  yang berasal dari semua wilayah di NTB. Bangunan juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan workshop dan lain-lain. “ Semua karyawan atau pegawai berasal dari orang-orang difabel,” terangnya.

Melihat harga lahan yang sangat tinggi, dia kini sedang mencari orang yang mau mendonasikan lahan menjadi kantor LFC Center. Saat ini kebutuhan yang paling utama yakni lahan. Sebab untuk bahan bangunan sudah banyak yang menawarkan donasi. Jika kantor sudah ada maka bisa ia rangkul semua organisasi. Kalau lembaga kemanusiaan  semuanya bersatu maka lembaga kemanusiaan akan kuat. Prinsip yang dipegang Endri ia tidak mau meminta kepada pemerintah.” Tidak etis bagi kami untuk minta. Kami hanya menunggu yang mau datang tanpa harus meminta kepada pemerintah,” tegasnya.(*)