Berebut Posisi Ketua Golkar KLU

SIAP MAJU: Wakil Ketua DPD I Golkar NTB Mariadi bertandang ke rumah Ketua DPD II Golkar KLU Amaq Djekat. Mariadi menyatakan siap maju berebut Ketua DPD II Golkar KLU pada Musda Golkar, Juli ini. (ISTIMEWA FOR RADAR LOMBOK)
SIAP MAJU: Wakil Ketua DPD I Golkar NTB Mariadi bertandang ke rumah Ketua DPD II Golkar KLU Amaq Djekat. Mariadi menyatakan siap maju berebut Ketua DPD II Golkar KLU pada Musda Golkar, Juli ini. (ISTIMEWA FOR RADAR LOMBOK)
Advertisement

TANJUNG–DPP Golkar menginstruksikan agar DPD I Golkar NTB menggelar musyawarah daerah (musda) memilih Ketua DPD I pada Juli. Kemudian dilanjutkan dengan Musda DPD II Kabupaten/Kota.

Untuk di KLU sendiri, Musda siap digelar setelah Musda tingkat DPD I tuntas. Dan saat ini sudah ada sejumlah kader Golkar yang menunjukkan diri, siap berebut posisi pucuk pimpinan Golkar di KLU.

Sejauh ini ada empat kandidat yang siap mencalonkan diri menjadi Ketua DPD II Golkar KLU, sebagai pengganti Djekat yang sudah tidak bisa maju lagi karena dua periode. Keempat orang itu antara lain Mariadi, Ikhawanudin, Raden Nyakradi, dan Debi Ariawan. Mereka adalah Anggota DPRD KLU. “Saya pribadi akan maju dalam perhelatan pemilihan ketua Golkar itu. Saya siap menantang sekaligus menumbangkan kader senior demi kemajuan partai,” ungkap Ikhwanudin kepada Radar Lombok, Kamis (9/7) kemarin.

Ikhwanudin mengaku, selama ini DPD II Golkar KLU belum punya kantor sekretariat tetap. Padahal Golkar merupakan partai senior di KLU. Termasuk kendaraan operasional partai, belum ada. Jika ia menjabat ketua  nanti, ia berjanji akan memenuhi itu semua. Termasuk menjamin kebutuhan dan operasional para pengurus kecamatan Golkar. “Itu yang saya ingin lakukan ketika terpilih, selain pula memenangkan Pilkada serentak 2020,” terangnya.

Kandidat lainnya, Deby Ariawan mengatakan, Golkar KLU membutuhkan sentuhan anak-anak muda, kaum milenial seperti dirinya. “Sudah saatnya senior itu memberikan kepercayaan kepada kaum milenial. Kalaupun nanti musuhnya Pak Mariadi, saya tetap maju,” jelas Ketua PK Golkar Gangga ini.

Deby menambahkan, hasil Musda akan berpengaruh terhadap arah dukungan Golkar pada Pilkada KLU 2020. Sebab itu, Golkar akan mengeluarkan SK dukungan setelah Musda tingkat provinsi dan kabupaten/kota tuntas.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Golkar NTB Mariadi menyampaikan, menjelang Musda DPD II Golkar KLU, memang bermunculan kader-kader Golkar yang pengin maju menjadi ketua. Dan itu bagus, Golkar tidak kering figur. “Golkar memang membutuhkan kepengurusan yang komitmen memajukan partai lebih baik,” ucapnya.

Diungkapkan, pada Pileg 2009, Golkar berhasil menjadi pemenang di KLU dengan posisi Ketua DPRD. Kemudian Pada Pileg 2014 dan 201 merosot ke posisi dua, sehingga Golkar hanya bisa mengemas posisi Wakil Ketua DPRD. Ke depan kejayaan Golkar harus direbut lagi. “Kita harus mencari pengurus yang bisa membawa partai ini bisa merebut kembali kejayaan itu,” harapnya.

Kaitan dengan sejumlah kandidat yang muncul saat ini, Mariadi mengaku, bahwa mereka semua bagus. Dan Mariadi sendiri menyatakan siap maju berebut kursi Ketua DPD II Golkar KLU.

Siapapun terpilih harus bisa membangun solidaritas dengan bagus, kerja-kerja partai harus ditingkatkan, karena masih banyak masyarakat menaruh harapan kepada kader Golkar. “Saya siap maju untuk berkontestasi merebut posisi Ketua DPD II Golkar Lombok Utara,” tegasnya. (flo)

BACA JUGA :  Musda Golkar Kota Bima Buntu
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid