Mohan Nakhodai Golkar Kota Mataram

MATARAM—Selamat! Akhirnya Musda Golkar Kota Mataram kelar dengan mengantarkan Mohan Roliskana sebagai nakhoda baru. Tampilnya sosok walikota Mataram ini sebagai tampuk pimpinan menggantikan Ahyar Abduh yang sebelumnya menukangi partai ini.

Musda yang dilangsungkan di Hotel Lombok Raya, Rabu kemarin (24/8) itu, dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaedah. Ada juga mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, Ahyar Abduh, dan ratusan kader serta pengurus Partai Golkar lainnya.

Mohan terpilih secara aklamasi lantaran tidak ada penantang. Didi Sumardi yang menyatakan kesiapan dirinya maju bertarung menakhodai Golkar Kota Mataram, belakangan mengurungkan niatnya. Praktis, hanya Mohan mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua kepada panitia.

"Dengan hanya saudara Mohan Roliskana mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua. Maka yang bersangkutan ditetapkan sebagai ketua terpilih secara aklamasi," kata pimpinan sidang Musda, Baiq Isvie Rupaedah, mewakili ketua DPD Partai Golkar NTB, HM Suhaili FT.

Sinyal terpilihnya Mohan Roliskana secara aklamasi sudah diduga sebelumnya. Ini dengan adanya pernyataan dari mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram yang juga Walikota Mataram, Ahyar Abduh. Ia meminta agar pemilihan ketua dalam Musda lebih mengedepankan musyarawah mufakat.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram terpilih, Mohan Roliskana mengakui, tidak mudah bagi dirinya memimpin Partai Golkar Kota Mataram kedepan. Terlebih dengan berbagai tantangan dan dinamika perpolitikan kedepan kian kompetitif dan berat.  Karena itu, kebersamaan, kesolidan dan kekompakan keluarga besar Partai Golkar Kota Mataram harus tetap dipertahankan.

"Saya tidak akan mampu berbuat apapun demi kebesaran dan kejayaan Golkar tanpa ada dukungan pengurus dan kader Golkar kota Mataram," ucapnya.

Dia bertekad, terus membangkitkan, menumbuhkan dan membangun kepercayaan masyarakat kepada partai Golkar di kota Mataram. Partai Golkar harus selalu menjadi episentrum atau pusat pergulatan politik dalam berbagai agenda politik, baik nasional maupun lokal.

Partai Golkar pun harus makin memperkuat proses kaderisasi dan merangkul lebih banyak lagi simpul-simpul kemenangan bagi Golkar. Serta menjadikan Partai Golkar sebagai partai modern dalam perpolitikan di Kota Mataram. "Partai Golkar harus bisa bermetamorfosa sebagai partai modren kedepan," lugasnya.

Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaedah mengatakan, Kota Mataram menjadi daerah lumbung suara Partai Golkar di NTB. Ada peningkatan raihan suara mencapai 125 persen pada pemilu legislatif 2014 bila dibandingkan pemilu 2009 lalu.  "Prestasi ini harus bisa tetap dipertahankan, bahkan bisa ditingkatkan," ucap perempuan yang menjabat ketua DPRD NTB itu.

Dikatakan, penguatan struktur organisasi kepartaian dan penguatan kaderisasi kedepan harus berbasis data. Dengan begitu, Golkar di Kota Mataram kedepan makin kuat dan mengakar. Partai Golkar pun harus bisa mendayagunakan segala potensi dan keunggulan yang dimiliki secara efektif, inovatif dan tidak ketinggalan zaman.

Mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, Ahyar Abduh berpesan, yang paling penting dalam Golkar yakni, ada soliditas antar kader partai. "Kemenangan dan kejayaan Golkar hanya bisa diraih dengan kesolidan dan kekompakan,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid