Beraksi, Diteriaki, Sutri Nyaris Mati Digebuki

Sutri Nyaris Mati Digebuki
PINGSAN: Sutri alias Lobang, maling motor asal Dusun Rupe Desa Beleka Kecamatan Praya Timur ini, akhirnya pingsan setelah tak kuasa menahan sakit akibat diamuk massa. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Amaq Reki berangkat ke sawahnya sekitar pukul 08.08 Wita, Jumat (9/8). Petani 58 tahun asal Desa Belaka itu hendak memetik tunas tembakaunya. Dia kemudian memarkir sepeda motor Yamaha Jupiter MX-nya di pinggir jalan. Tak jauh dari tempatnya bekerja. Hanya berjarak sekitar 50 meter.

Sambil bekerja, sesekali Amaq Reki berusaha mengawasi motornya dari jarak jauh. Pantauan terakhirnya sekitar pukul 15.20 Wita, motornya masih berdiri terparkir di tempat semula. Amaq Reki pun kembali melanjutkan pekerjaanya.

Selang 10 menit kemudian, Amaq Reki kembali melemparkan pandangannya ke tempat parkir motornya. Namun kali ini, Amaq Reki terkejut karena mendapatkan motornya sudah tiada. Motor itu sudah raib dari tempat parkirnya entah ke mana.

Amaq Reki pun kemudian keluar ke pinggir jalan untuk melihat situasi. Setelah melihar ke semua arah penjuru, barulah Amaq Reki melihat motornya sedang dituntun seseorang ke arah utara. Amaq Reki sontak berteriak ‘’maling… maling…’’. Warga Dusun Embung Waru Desa Beleka yang mendengar teriakan itu sontak keluar. Mereka berbondong-bondong ke arah sumber suara. Hanya dalam waktu seketika, warga sudah berjibun di pinggir jalan.

Sementara Sutri alias Lobang, 32 tahun, warga Dusun Rupe Desa Beleka Kecamatan Praya Timur, kelabakan. Ia tidak tahu bagaimana harus melanjutkan niat jahatnya yang sudah kepalang tanggung. Namun, seketika Sutri pun membuang motor yang sudah dituntunnya. Dengan harapan akan menyelamatkan diri ketimbang mati konyol di tangan warga.

Sutri pun ngacir tunggang langgang. Ia berusaha lari sekuat tenaganya menghindari kerumunan warga. Namun, usahanya itu tak membuahkan hasil. Warga yang sudah mengepungnya tak membutuhkan waktu lama untuk menangkap Sutri.

Tak pelak, maling sial itu menjadi bulan-bulanan massa. Warga dengan membabi buta melayangkan bogem mentahnya ke sekujur tubuh dan wajahnya. Akibatnya, Sutri mengalami luka robek di pelipis mata kirinya, dua luka robek di bagian kepala belakang dan tulang betis kaki kirinya patah. ‘’Beruntung aparat sigap menyelamatkan nyawa pelaku,’’ kata Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang, Sabtu (10/8).

Perwira balok tiga mengaku, aparat sempat kewalahan mengevakuasi pelaku. Banyak warga yang menghalangi dan hendak menghakimi pelaku menjadi penyebabnya. Setelah aparat berusaha maksimal dan atas bantuan semua pihak, nyawa pelaku pun berhasil diselematkan. Dia kemudian dibawa ke Puskesmas Ganti Kecamatan Praya Timur untuk dirawat. Namun karena lukanya cukup serius, pelaku akhirnya dirujuk ke RSUD Praya. ‘’Sekarang pelaku masih dirawat,’’ tambah Rafles.

Cuma saja, sambung dia, dari keterangan warga sementara yang dikumpulkan aparat. Pelaku beraksi bersama seorang kawannya. Waktu kejadian, pelaku lainnya sempat melarikan diri menggunakan motor Honda Beat warna hitam. ‘’Dari keterangan pelaku sementara, temannya itu bernama Jep asal Dusun Tibu Nangke Desa Beleka,” sambungnya.

Selain nyaris kehilangan nyawanya, Sutri juga tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatanya. Perawatan lukanya harus dilanjutkan di penjara. Ia juga diancam hukuman 6 tahun penjara karena melanggar pasal 362 tentang pencurian. “Untuk rekan pelaku masih kita kejar. Kita juga masih melakukan pengembangan, kemungkinan adanya lokasi lain yang sudah dilakukan oleh pelaku,” pungkasnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid