Ali-Sakti Berkomitmen Bangun Kebun Raya Nasional

Ali-Sakti Berkomitmen Bangun Kebun Raya Nasional
BLUSUKAN: Calon Gubernur NTB HM Ali Bin Dachlan saat blusukan ke salah satu rumah warga Dusun Suela Lauk Desa/Kecamatan Suela usai kampanye dialogis di wilayah itu. (SURYA WIDIALAM/RADAR LOMBOK)

SELONG – Setiap pelaksanaan kampanye dialogis yang dilakukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB nomor urut 4 HM Ali Bin Dachlan dan TGH LGM Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) kerap kali menyita perhatian warga.

Pasalnya, dalam setiap kampanye selalu ada saja ide-ide cemerlang yang dicetuskan pasangan dari barisan rakyat (independen) ini. Salah satunya adalah program nasional yang akan dilakukan jika pasangan itu terpilih kelak. Seperti pada kampanye dialogis yang dilakukan di lapangan umum Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur, Selasa kemarin (20/3).

Dalam kampanye itu, calon gubernur NTB HM Ali Bin Dachlan (Ali BD) berujar, jika pasangan ini terpilih nanti, maka dia akan merubah taman wisata Lemor menjadi Kebun Raya Lemor seperti kebun raya yang ada di Bogor Jawa Barat. Selain itu, Ali BD juga berjanji akan menelurkan banyak program dengan skala program nasional. ‘’Taman wisata Lemor akan kita samakan seperti kebun raya Bogor nanti,’’ ungkapnya.

Rencana membuat kebun raya Lemor sudah digeliatkan sejak menjabat Bupati Lombok Timur pertama kalinya sepuluh tahun silam. Waktu itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup merangkul pihak LIPPI untuk menyusun konsep kebun raya Lemor. Hingga saat ini konsep tersebut masih tetap terus dipeliahara dan dijaga LIPPI. ‘’Sampai sekarang masih kita kerja sama dengan LIPPI,’’ akunya.

Sejak itu hingga saat ini, sudah banyak tanaman langka yang dibudidayakan di taman wisata Lemor. Selain menjadi objek kunjungan wisata masyarakat, taman wisata Lemor juga merupakan salah satu lokasi laboratorium tanaman. ‘’Konsep Pemkab Lotim dengan LIPPI merupakan konsep kebun raya, khususnya di Lombok Timur,’’ sambungnya.

Bukan hanya itu, lanjut Ali BD, tujuan dibuatnya kebun raya Lemor nantinya akan menjadi hutan yang tetap akan dipelihara pemerintah. Semua ini untuk mengimbangi derasnya pembangunan dengan memanfaatkan kawasan hutan dan pertanian.  Artinya kebun raya Lemor kedepannya memiliki fungsi khusus. Dan juga, sumber mata air yang ada saat ini juga secara khusus akan dipelihara keberadaannya. ‘’Karena kita maunya hutan harus betul-betul sebagai hutan konservasi dan hutan wisata,’’ terangnya.

Luas kebun raya Lemor sendiri sekitar beberapa ratus hektare. Hingga saat ini, sudah banyak progres pembangunan yang dilakukan untuk mmendukung menjadi kebun raya Lemor. Sehingga nanti jika terpilih menjadi gubernur NTB, pembangunan kebun raya Lemor secara menyeluruh dipastikan akan menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi NTB. ‘’Saya pastikan kalau NTB harus punya kebun raya tempat orang belajar, merenung dan tempat mengkonservasi sumber daya air,’’ tegasnya.

Selain program itu, polemik masalah tanah antara masyarakat Desa Sapit dan TNGR juga disorot. Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama pascapelaksanaan Pilkada NTB. Polemik tersebut akan diselesaikan dengan akan menjatuhkan keberpihakannya kepada masyarakat. Demi agar tanah yang menjadi polomeik benar-benar menjadi tanah adat, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur nanti akan menerbitkan SK pengakuan. ‘’Di mana SK tersebutlah yang kemudian nanti menguatkan kalau tanah tersebut merupakan tanah hak masyarakat Desa Sapit yang tentunya boleh digarap oleh masyarakat,’’ ujarnya.

Oleh sebab itu, demi Pemerintah Lotim nanti bisa menerbitkan SK pengakuan. Masyarakat Desa Sapi diminta untuk menyatukan kesepakatan dan keinginan, kalau tanah itu benar merupakan tanah adat desa. Dukungan kuat masyarakat nanti yang akan menjadi penguat pemerintah menerbitkan SK pengakuan. ‘’Sehingga kami harus melihat dulu kekuatan masyarakat sebelum saya nanti menerbitkan SK,’’ katanya.

Sedangkan untuk persoalan pupuk yang dirasakan seringnya langka oleh masyarakat dijawab harusnya itu tidak boleh terjadi. Karena kebutuhan pupuk harus seimbang dengan kebutuhan pupuk di tingkat petani. Bahkan, jika masyarakat menemukan adanya permainan harga pupuk subsidi agar segera dilaporkan masyarakat ke aparat penegak hukum. Karena menurutnya, permainan harga inilah yang sebenarnya menjadi pemicu langkanya peredaran pupuk di tengah masyarakat petani. ‘’Intinya mata rantai permainan pupuk yang utama kita akan putuskan agar tidak terjadi kelangkaan pupuk,’’ ungkapnya.

Sedangkan untuk mangatasi persoalan modal pengusaha kecil dan menengah. Akan diatasi seperti yang dilakukan di Lombok Timur yakni dengan akan membuat lembaga finansial. Di mana lembaga itu nantinya akan didukung anggaran dari APBD Provinsi sebesar Rp 100 miliar setiap bulannya. ‘’Dengan anggaran sebesar itu saya yakin persoalan modal yang dihadapi pengusaha kecil akan teratasi,’’ yakinnya.

Menurutnya, pengalaman selama menjadi Bupati Lombok Timur dua periode yang akan ditingkatkan. Berbekal pengalaman itu pihaknya meyakini akan mampu membawa NTB kedepannya akan lebih baik, maju dan berkembang dari sebelumnya. Setelah menyelesaikan kampanye dialogisnya, Ali BD kemudian blusukan ke salah seorang rumah warga di Dusun Suela Lauk Desa Suela. Di lokasi itu, Ali BD menerima aspirasi  untuk memperbaiki kondisi jalan dan meminta bantuan dibuatkan tempat berwudlu di masjid dusun setempat. ‘’Ya nanti kita upayakan apa yang menjadi aspirasi warga Dusun Suela Lauk,’’ paparnya. (tim)