Alasan Sewa untuk WSBK Mandalika, Puluhan Mobil Digelapkan

BARANG BUKTI: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi saat menunjukkan puluhan mobil yang dijadikan barang bukti penggelapan, Jumat (15/10). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sat Reskrim Polresta Mataram mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil yang dilakukan pria inisial F, warga Lombok Tengah. Mobil tersebut sebagian besar berasal dari salah satu rental yang berada di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Mobil yang digelapkan ini jumlahnya puluhan unit. Namun yang baru berhasil diamankan 14 unit. Rinciannya 1 Inova, 2 Avanza, 2 Xenia, 2 Calya, 2 pikap, 2 Agya, 2 Brio, dan 1 Swift. “Ini barang bukti yang diamankan di Polresta Mataram saja. Barang bukti ada juga di Polres Lombok Tengah serta masih ada yang sedang dicari,” ujar Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi didampingi Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Jumat (15/10).

BACA JUGA :  Anggaran Pengamanan MotoGP 2022 Rp 20 Miliar

Mobil yang diamankan ini sebelumnya disewa oleh pelaku beberapa bulan lalu. Alasannya untuk kebutuhan event World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika pada November mendatang. Pelaku meyakinkan korban bahwa ia membutuhkan banyak kendaraan. Korban pun mengiyakan. “Jadi modusnya ada dua, pertama pelaku meminjam kendaraan kepada orang dan yang kedua pelaku merental atau menyewa kendaraan kepada pihak rental,” ungkapnya.

Mobil-mobil tersebut katanya disewa untuk sebulan hingga dua bulan. Selanjutnya oleh pelaku, mobil-mobil itu digadaikan ke pihak lain. Dan hingga habis masa pinjam atau sewa, pelaku belum juga mengembalikan kendaraan, begitu juga dengan biaya sewanya. Atas kejadian tersebut korban dalam hal ini pihak rental keberatan dan melaporkan pelaku ke polisi.

BACA JUGA :  Curi Besi Kanal, Tukang Las Asal Lingsar Ini Ditangkap

Berbekal laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan hingga pada akhirnya terungkap bahwa mobil korban telah digadaikan pelaku ke orang lain. Akibatnya korban pun merugi sekitar Rp 950 juta.

Kemudian lanjut Heri, polisi melakukan pendekatan persuasif kepada warga tempat digadaikannya mobil tersebut, dan dengan sukarela warga  menyerahkan mobil ke polisi. “Ini baru sebagiannya yang kita dapat. Sisanya masih dalam pencarian,” bebernya.

Untuk pelaku F sendiri masih diburu. Saat didatangi ke rumahnya, F tidak berada di tempat. Heri mengimbau agar F segera menyerahkan diri ke polisi. Jika tidak ia mengancam akan mengambil tindakan tegas. “Kami imbau dia segera menyerahkan diri,” tegasnya. (der)