Aksi Nekat Ibrahim Rusli Berenang dari Gili Trawangan ke Pelabuhan Bangsal

Aksi ekstrim akan dilakukan salah seorang PNS Sekretariat Dewan Kota Tarakan bernama  Ibrahim Rusli. Dia akan berenang  dari Gili Trawangan  menuju Pelabuhan Bangsal Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang yang jaraknya mencapai 7,72 KM, Sabtu besok (13/8).

 


ZULKIFLI-TANJUNG


 

Ibrahim sendiri terbilang memiliki pengalaman yang luar biasa dalam melakukan renang ekstrim lintas pulau.  Pria kelahiran Balik Papan, 17 Juni 1965 ini tercatat pernah berenang dari Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara menuju Tawau Sabah Malaysia pada Januari 2011.  Kemudian pernah mencatatkan diri pada Museum Rekor Indonesia (MURI) saat renang melintasi Selat Bali dan Selat Madura dalam sehari pada  Desember 2013.

  Selain itu pernah melakukan aksi renang melintasi Sungai Kayan Kabupaten Balungun Provinsi Kalimantan Utara dari Tanjung Selor menuju Teras Nawang pada April 2010, kemudian dari Tanjung Selor menuju Salim Batu pada Juni 2010. Selain itu pernah juga renang mengitari Pulau Derawan Kabupaten Berau Kalimantan Timur pada Desember 2010. Kemudian pernah juga renang dari Pula Untung Jawa Kepulauan Seribu menuju Tanjung Pasir Jakarta Utara Desember 2015.

 Ibrahim menerangkan, jarak 7,72 KM dari Gili Trawangan menuju Pelabuhan Bangsal, diperkirakan bisa ditempuhnya dalam waktu 3 sampai 4 jam. Kemudian diyakini arus gelombang laut pada Sabtu nanti, tidak terlalu besar. Hal tersebut didasarkan pada Kalender Cina yang dia pergunakan. “Untuk renang dari Gili Trawangan menuju Pelabuhan Bangsal ini persiapannya tiga bulan,” jelasnya saat memberikan keterangan pers di Kantor Bupati KLU, Kamis kemarin (11/8).

Kemudian pada saat renang nantinya kata Ibrahim, murni renang tradisional tanpa alat bantu renang seperti kaca mata renang dan kaki katak, hanya menggunakan celana. “Jadi seperti Tarzan, Tarzan laut. Hanya pakai celana saja besok,” jelasnya.

 Selain itu, di dalam setiap aksinya dituturkan, tidak pernah berhenti di perahu yang mengawal. Hanya saja sesekali akan dilemparkan pisang atau air mineral dari perahu yang mengawal. Pisang sendiri seperti diketahui bagus untuk meningkatkan stamina. Maklum saja, waktu yang diperkirakan mencapai tiga sampai empat jam. “Nanti dari perahu akan dilemparkan pisang atau air,” jelasnya.

Tantangan atau kendala kata Ibrahim tentu arus laut. Kemudian mungkin juga binatang laut. Namun Ibrahim tetap bermodal yakin dan berani, karena kalau tidak seperti itu, maka tidak akan berani turun berenang. “Dulu sebelum 2011, saya pernah juga mencoba untuk berenang sampai Tawau Malaysia, namun gagal karena terkena ubur-ubur beracun. Padahal saat itu sudah masuk wilayah Malaysia. Saya sempat dirawat waktu itu. Namun pada 2011 saya berhasil,” terangnya.

Aksi ini sendiri seperti diketahui dalam rangka memeriahkan HUT KLU Ke-8 dan HUT RI Ke-71 serta mempromosikan Gili Trawangan dan juga Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Utara. (*)