418 Ton Rumput Laut dan Kopi NTB Diekspor ke Tiga Negara

KOPI NTB Ekspor
PELEPASAN : Pelepasan sejumlah komoditi eskpor NTB di kantor Gubernur Jumat (4/12) oleh Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Staf Khusus Bidang Kerja Sama dan Perjanian Perdagangan Internasional Alexander Yahya Datuk. (devi handayani / radar lombok)

MATARAM – Ekspor sejumlah komoditi NTB kembali dilakukan dengan sejumlah negara tujuan, seperti Tiongkok, Kanada dan Korea Selatan. Sebanyak  418 ton kopi dan rumput laut di ekspor, di mana 140 ton kopi dan 278 ton produk turunan rumput laut dengan nilai mencapai Rp 7 miliar.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, kembali menggeliarnya ekspor produk NTB ini menunjukkan semangat yang luar biasa, terutama dimasa pandemi Covid-19 ini justru harus lebih berlipat-lipat lagi untuk meningkatkan eskpor NTB. Apalagi pelepasan komoditi eskpor yang dilakukan serentak di 16 daerah termasuk NTB, dilakuan oleh 2 perusahaan yang merupakan UMKM.

“Ekspor NTB untuk produk kopi, rumput laut dan vanili sudah jalan begitu juga mutiara. Kalau untuk kerajinan kita dorong artinya semakin baik ekspor-nya,” kata Hj Sitti Rohmi Djalilah saat pelepasan ekspor produk NTB, Jumat (4/12).

Diakatakan Umi Rohmi sapaan akrab Wagub ,  bahwa selama pandemi Covid-19 banyak tantangan dialami oleh daerah. Terlebih NTB sebegai penghasil dari pertanian, perkebunan dan perikanan yang memiliki potensi besar untuk daerah dan kondisinya sangat baik. Tetapi tidak hanya itu saja ekspor pun diharapkan membaik.

“Kita penghasil dari pertanian, perkebunan dan perikanan, tetapi bagaimana juga dari sisi ekspor juga bisa terbaik saat ini,” harapnya.

Pelepasan ekspor yang dilakukan serentak ini merupakan langkah kongkret dari Kementerian Perdagangan bersama pemerintah daerah, terutama dalam upaya meningkatkan ekspor nontambang. Mengingat, ekspor nontambang terbilang kecil jika dibandingkan dengan tambang. Selain itu juga dapat meningkatkan peran UMKM dan menjaga loyalitas pembeli (buyers), serta dapat meningkatkan ekspor NTB dengan berbagai macam komoditi.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Kerja Sama dan Perjanian Perdagangan Internasional Alexander Yahya Datuk menerangkan, pada Jumat (4/12) dari NTB ada komoditas dari kopi dan rumput laut dari PT Panorama Laut dan UD Berkah Alam mengekspor. Untuk kopi senilai USD 508 juta dan produk turunan rumput laut sebesar USD 77,840 Juta

“Jadi kurang  lebih sebesar Rp 7 miliar, ini salah satu yang dilepas hari ini (Jumat, red). Kita harapkan akan terus meningkat dan juga daripada yang dilepas ada komoditas di NTB, diantaranya, mutiara dan vanili,” katanya.

Dikatakan, sebanyak dua perusahaan yang melakukan eskpor tersebut merupakan UMKM. Hal tersebut menjadi kelebihan dari NTB, mengingat selama ini ekspor biasanya akan dilakukan satu perusahaan dengan menyerap beberapa produk UMKM.

“Kita tau UMKM kita harus didukung karena adalah pencipta lapangan kerja besar di Indonesia dan juga NTB, bahkan konstribusinya sangat siginifikan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB H Fathurrahman menerangkan, bulan ini yang dieskpor terdapat kopi dan rumput laut. Di mana jenis kopinya adalah robusta dari UD Berkah Alam sebanyak 140 ton negara tujuan Korea Selatan, rumput laut sebanyak 278 ton.

“Ini rumput laut jenis sorgum, itu limbah sebenarnya tetapi limbah yang di ekspor. Nanti setelah ini tahun depan akan kita lakukan eskpor lagi untuk komoditi lainnya,” ujarnya. (dev)