Warga Blokir Jalan Menuju Penangkaran Penyu

DIBLOKIR: Khawatir terjadi banjir setelah saluran yang mengarah ke laut ditutup oleh pihak pengelola penangkaran penyu di pantai Mapak, warga akhirnya memblokir jalan masuk. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
DIBLOKIR: Khawatir terjadi banjir setelah saluran yang mengarah ke laut ditutup oleh pihak pengelola penangkaran penyu di pantai Mapak, warga akhirnya memblokir jalan masuk. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM — Sejumlah warga memblokir jalan  menuju tempat penangkaran penyu di pantai Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Jalan diblokir menggunakan tumpukan batu-batu besar. Akibatnya jalan tersebut sama sekali tidak dapat dilalui.

Ketua kelompok penangkaran penyu di tempat tersebut, H. Awan mengatakan jalan tersebut diblokir sejak tiga hari yang  lalu. Sehingga hal itu kemudian berimbas pada lumpuhnya aktifitas di penangkaran penyu yang dikelolanya. “Ada apa sebenarnya,” kata H. Awan, setengah bertanya, Senin (6/7).

Dia berusaha mencari tahu permasalahannya, dengan mengajak bertemu dengan Kepala Lingkungan setempat, Kepala Kelurahan, hingga Camat. Tetapi sampai sekarang belum bisa terlaksana. “Saya pun bingung mau gimana. Sudah tiga hari mencari keadilan,” ungkapnya.

Awan berharap jalan tersebut bisa dibuka kembali, karena di lokasi penangkaran ada sekitar 6000 telur penyu yang sedang ditangkar. “Kasian gak terurus nantinya,” bebernya.

Terhadap permasalahan ini, Kapolsek Ampenan, AKP Nasrulloh yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait hal itu. Ia pun bersama anggotanya langsung turun mencari tahu akar masalahnya.

Dari keterangan warga, kata Nasrulloh, penyebabnya karena pihak pengelola penangkaran penyu telah menutup saluran yang mengarah ke laut. “Warga khawatir jika saluran air itu ditutup, maka akan mengakibatkan banjir nantinya. Imbasnya pun kepada warga sekitar. Sementara pengelolanya itu tenang-tenang saja, karena dia tidak tinggal disana. Ia sudah ditegur, tetapi tidak menggubrisnya. Akhirnya jalan terakhir dilakukan pemblokiran jalan,” ungkapnya.

Untuk mencegah permasalahan tersebut semakin membesar, pihaknya pun sudah berkordinasi dengan pihak kecamatan untuk bisa mempertemukan kedua belah pihak. “Kita ambil solusi yang terbaiklah nantinya,” harapnya. (der)