Wali Kota Bandung Semangati Pegawai KLU

Wali Kota Bandung Semangati Pegawai KLU
KULIAH UMUM: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (berdiri di podium) memberikan kuliah umum kepada para pejabat lingkup pemerintahan Lombok Utara. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Ridwal Kamil memberikan kuliah umum kepada para pejabat SKPD lingkup pemerintahan Lombok Utara.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil akan memberikan kuliah tentang konsep memajukan daerah. Kehadiran tokoh nasional dari kota sejarah lautan api ini disambut hangat Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Sekda H Suardi dan para pejabat beserta Kapolres AKBP Rifai di aula Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (13/7). “Kuliah umum yang diberikan pak Wali Kota Bandung dalam rangka menambah wawasan untuk memajukan daerah,” ucap Bupati Najmul membuka sambutannya.

Kabupaten Lombok Utara adalah daerah termuda di 10 kabupaten/kota NTB, yang mekar dari Kabupaten Lombok Barat. Semenjak berpisah, kabupaten induk meninggalkan warisan angka kemiskinan tertinggi di NTB. Namun bukan menjadi sebuah halangan, justru warisan ini menjadi semangat untuk terus memperbaiki diri dengan mulai menampakan kerja keras. “Kondisi daerah kami ini sedang diperbaiki dengan berbagai cara melakukan pengayaan memajukan daerah kami,” paparnya.

Dari berbagai cara yang sudah dan sedang dilakukan memberikan dampak sedikit demi sedikit kini Lombok Utara mulai memunculkan diri dan bersaing dengan daerah lain di NTB. Terbukti, kata Najmul, angka kemiskinan sudah mulai dikurangi. Demikian halnya dengan sektor lain seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) maupun peningkatan SDM-Nya. “Di usia ke 9 daerah kami sudah mulai menampakan hasil kerja keras. Perbaikan ini akan dilakukan terus menerus hingga menjadi lebih baik,” optimisnya orang nomor satu ini.

Disampaikan Najmul, potensi yang dimiliki Lombok Utara sangat banyak, tinggal bagaimana mengelolanya saja. Untuk itu, apa yang didapatkan dari pemaparan Wali Kota Bandung ini akan menjadi pembelajaran berharga bagi Lombok Utara. “Dengan ditandatanganinya MoU bersama Wali Kota Bandung kami harapkan akan membawa lebih banyak perubahan, terutama sektor pemerintahan,” harapnya.

Adanya perubahan ini, tidak lantas menjadi terpaku dengan keadaan. Melainkan menjadi cambuk untuk terus berbenah. “Draf MoU tentang pengelolaan pemerintahan ini akan konsen kami manfaatkan di Lombok Utara,” tandasnya mengakhiri mengucapkan terima kasih.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memaparkan, bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu harus niatan ibadah, bukan ingin menjadi kaya. Karena menjadi ASN untuk mencari kekayaan itu salah. Jika ingin kaya maka jadilah pedagang. Jadi, bedakanlah makna sejahtera dan kaya raya itu. “Sejahtera itu ada batasannya dan kaya raya tidak ada batasnya,” bukanya.

Lebih jauh dipaparkan, tugas seorang ASN ada dua yaitu membawa perubahan dan mengakselerasi kemajuan. Jika setiap hari ASN berpikir tentang dua hal ini maka akan berdampak pada kemajuan. “Kekuasaan itu sarana untuk membawa perubahan atau kemaslahatan. Kalau kekayaan jadi simbol, maka tidak akan bisa memajukan daerah,” tegasnya dengan ciri khasnya.

Ia menjelaskan, ada empat teori yang bisa membawa perubahan untuk daerah. Yang pertama, disebutkannya, pemerintah melalui kebijakan yang kedua adalah keterlibatan dunia usaha dan ketiga adalah masyarakat sengan komponennya. “Teori yang keempat ini yang harus benar-benar diperhatikan. Teori itu adalah bagaimana berkolaborasi dengan media. Sekali lagi bagaiaman berkolaborasi dengan media itu sangat penting,” tegas kang Emil.

Media adalah ujung tombak bagaimana menciptakan truss. “Saya sendiri melakukan hal itu, bahkan menganggarkan empat kali lipat anggaran untuk membangun kolaborasi itu. Karena media bisa menciptakan suasana yang sejuk dan buruk,” sambungnya.

Menurutnya, truss itu adalah harga politik paling mahal. Ketika seorang pemimpin sudah mengalami krisis kepercayaan, maka apapun yang akan dilaksanakan tidak akan berhasil. “Maka dalam rangka menciptakan truss itu pemimpin harus banyak turun tangan dan bukan selalu tunjuk tangan. Dan jangan lupa tali silaturahmi itu harus tetap dijaga pula. Karena selain dianjurkan oleh agama dengan silaturahmi akan membangun rasa keberamaaan yang tinggi,” pungkasnya. (flo)