Universitas Ciputra Surabaya Kembangkan The Hepta-Helix of Millennials Ecotourism

VIRTUAL TOUR: Program Studi Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya, dilakukan virtual tour ke Desa Bayan, Lombok Utara, dan focus group discussion para pemangku kepentingan terkait ekowisata. (ist for radarlombok.co.id)

MATARAM-Konservasi berbasis pelestarian budaya Nusantara patut diapresiasi. Pelestarian adat dan budaya Nusantara yang dilakukan para pemilik dan pelaku kebudayaan, terbukti berhasil menjaga keberadaan budaya tersebut turun temurun sampai sekarang.

Upaya menjaga kelestarian budaya untuk menciptakan keberlanjutan di masa mendatang, tentu patut didukung semua kalangan, utamanya mengenalkan dan mendekatkan tradisi budaya tersebut dengan generasi masa kini dan masa mendatang bangsa Indonesia.

Dalam konteks uji coba model penelitian yang dihasilkan tim peneliti dari Program Studi Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya, dilakukan virtual tour ke Desa Bayan, Lombok Utara, dan focus group discussion para pemangku kepentingan terkait ekowisata.

Dewa Gde Satrya, dosen Program Studi Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya, sekaligus tim peneliti model ekowisata di kalangan milenial mengatakan, tim peneliti diketuai oleh Dr. Thomas Stefanus Kaihatu, M.M, dengan anggota dia dan Lexi Pranata.

“Penelitian diharapkan menghasilkan model untuk meningkatkan kunjungan kalangan milenial ke destinasi ekowisata. Model tersebut kami beri nama The Hepta-Helix of Millennials Ecotourism,” kata Dewa, dalam keterangan pers yang diterima radarlombok.co.id, Senin (19/10/2020).

Dewa menegaskan, ekowisata berbasis konservasi abiotic, biotic dan culture, menjadi kerinduan jutaan umat manusia di negeri ini. Karena itu, perjalanan wisata kalangan milenial di dalam negeri setelah masa pandemi juga bermakna melakukan normalisasi kembali sektor pariwisata.

Ekowisata dinilai lebih menyehatkan, karena berinteraksi langsung dengan lingkungan dan menjaga kualitas tingkat kunjungan dengan menerapkan sejumlah aturan untuk mempertahankan carrying capacity.

“Melalui ekowisata berbasis konservasi budaya di Desa Bayan, sekiranya generasi milenial Indonesia semakin tumbuh rasa nasionalismenya terhadap keberagaman budaya Nusantara,” harap Dewa.

Selain itu, tim peneliti juga berkolaborasi dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPi) dalam menyelenggarakan uji coba virtual yang dikemas dengan virtual tour dan focus group discussion.

“Melalui kegiatan ini, generasi milenial dikenalkan dengan kekayaan potensi alam dan budaya Nusantara, yang di kemudian hari setelah masa pandemi berakhir, akan mendorong kalangan milenial untuk mengunjunginya secara langsung,” kata Ketua GenPi, Siti Chotijah. (gt)