Target Kedepan Biasa Juara Nasional dan Emas PON

Bripda Ari Lazuadi (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Korps Brimob Senin kemarin (14/11) menyuguhkan penampilan dari anggota Satuan Brimob Polda NTB yang berprestasi. Salah satunya adalah Bripda Ari Lazuadi. Dia adalah peraih juara 1 Muathay Piala Wakil Presiden (Wapres) tahun 2016.

 

 


ALI MA’SHUM-MATARAM


 

Perayaan HUT Brimob hari itu (14/11) dimulai dengan digelarnya upacara perayaaan. Kemudian dilanjutkan   atraksi personel korps Brimob Polda NTB. Dimulai dengan aksi bela diri tarud drajat (Boxer) oleh puluhan anggota Brimob Polda dan disusul dengan tari-tarian dari berbagai daerah di Indonesia.

Saat pagelaran usai dilakukan, pembawa acara juga membacakan para anggota Brimob Polda NTB yang berprestasi dan mengharumkan nama korps Brimob Polda NTB. Bripda Ari Lazuadi juga disebut oleh pembawa acara sebagai juara 1 Muay Thai Piala Wapres 2016 yang berlangsung pada bulan April 2016. ‘’ Saya meraih juara 1 di kelas senior 57 Kg. Di laga final saya mengalahkan andalan Jawa Tengah,’’ ujarnya kemarin.

Sebelum bergelut dengan Muay Thai, lelaki kelahiran tahun 1994 ini lebih dahulu menjajal olahraga tarung drajat. Namun, lama kelamaan. Ia mengaku lebih semangat dan tertarik dengan Mua Thay. Itu juga kemudian diteruskannya sampai   sekarang. ‘’ Saya mulai belajar Muay Thai akhir tahun 2014. Saya sebelumnya lama di Boxer dan mengikuti banyak kejuaraan. Saya pernah mendapatkan medali emas tingkat mahasiswa,’’ katanya.

Ia lebih tertarik menekuni Muay Thai bukan tanpa sebab. Salah satunya, Muay Thai adalah seni pertarungan bebas yang tidak ada batasnya. ‘’Dimanapun berada bisa dipraktekkan. Kelenturan tubuh juga sangat berperan,’’ ungkapnya.

Ia mengaku sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) Muay Thai dan meraih juara. Prestasi itu lantas membuatnya mewakili NTB dalam pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bandung Jawa Barat (Jabar). Namun sayang, mimpi Ari harus terhenti di babak kedua dan harus tereliminalis lebih awal. ‘’ Saya kalah oleh atlet Sulsel di babak kedua,’’ akunya.

Kekecewaan tersebut tidak lantas membuatnya kecewa. Malah, ia mengaku semakin memotivasi diri untuk berlatih lebih keras di Cam Diablo KLU. Ia mengaku kedepannya ingin mengikuti jejak rekannya sendiri di Brimob Polda NTB yang meraih emas di PON 2016 kelas 70 Kg. ‘’ Itu cambuk bagi saya untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Saya yakin saya pasti akan bisa meraih emas,’’  katanya.

Bela diri Muay Thai ini juga disebutnya sangat bermanfaat dan menunjang tugasnya sebagai Brimob. Namun itu baru akan digunakan dalam keadaan terdesak dan tertentu saja. ‘’ Bukan untuk melukai tapi melumpuhkan saja. Itupun dilakukan disaat tertentu saja,’’ tandas lelaki kelahiran Madura Jawa Timur ini. (*)