Sudah Tiga Minggu Semen Langka dan Mahal

Semen Langka dan Mahal
SEMEN LANGKA: Pengusaha semen, Raden Satriadi memperlihatkan stok semen di gudangnya. Tiga minggu terakhir, semen langka.( HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Semen menjadi material utama yang dibutuhkan untuk membangun puluhan ribu rumah tahan gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sayangnya, semen kini mulai langka, harganya pun mahal. “Kelangkaan semen ini sudah terjadi selama tiga minggu,” ungkap pengusaha material asal Tanjung, Raden Satriadi alias Beledur, Selasa (10/9) kemarin.

Sebelumnya, pasokan semen yang datang ke gudangnya mencapai ribuan sak per hari, sesuai kebutuhan warga di KLU. Namun kini hanya 300-500 sak per hari.

Kelangkaan ini mulai dari tingkat agen. Di agen, harga semen yang dijual ke pengusaha naik. Kemudian dijual ke warga lagi, harganya juga naik. Semen Bosowa yang semula Rp 52 ribu per sak naik menjadi Rp 70 ribu. Begitu juga dengan semen tiga roda, semula Rp 56 ribu per sak menjadi Rp 80 ribu. “Kenaikan sangat mahal sekali, belum ditambah harga angkut. Kami sebagai pengusaha hanya gigit jari saja,” terangnya.

Beledur sendiri berharap agar Kamar Dagang Indonesia (Kadin) KLU turut membantu menekan harga. Kadin diinstruksikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 21 Agustus 2018 untuk membantu rehab rekon pascagempa. “Kadin ini tidak ada peran sama sekali, tidak pernah kita dikumpulkan atau dikoordinir. Vakum Kadin. Makanya lebih baik Kadin bubarkan saja karena tidak ada perannya selama ini,” tegasnya.

Ketua Kadin KLU, Putu Sudiarsah mengaku, semen memang langka. Terkait itu, Kadin akan berkoordinasi dengan distributor semen yang ada di Lombok untuk mengetahui penyebab kelangkaan. Hasilnya kemudian akan diteruskan ke pusat. Selain itu, pihaknya juga menyayangkan para pengusaha dan aplikator yang tidak pernah berkoordinasi dengan Kadin. “Kita akan cari tahu penyebabnya dulu kenapa sampai terjadi. Memang kami juga menyayangkan kurangnya koordinasi antara pengusaha dengan kami, sehingga begitu persoalan ini muncul kami juga kebingungan,” katanya. (flo)