Soal Tes Tulis Panwascam Dimusnahkan

Soal Tes Tulis Panwascam Dimusnahkan
Caption: Soal tes tulis Panwascam dimusnahkan dengan cara dibakar, Selasa (17/10) di halaman SMPN 1 Kota Bima. (Arul/Radar Tambora)

KOTA BIMA –  Panwascam Kota Bima memusnahkan 69 lembar soal dan kunci jawaban dengan cara dibakar di halaman SMPN 1 Kota Bima, Selasa kemarin (17/10).

Turut disaksikan Divisi Organisasi dan SDM Panwaslu Kota Bima, Muhaimin, Ketua Pokja Seleksi Panwascam Edy Mulyadi, anggota Polres Bima Kota dan sejumlah peserta seleksi. Ketua Pokja Edy Mulyadi mengatakan, pemusnahan soal dan lembar jawaban tersebut dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagaimana diamanahkan Bawaslu Provinsi NTB agar seleksi dilakukan secara transparan. Jumlah soal sebanyak 64 lembar ditambah soal cadangan sebanyak 5 lembar sehingga totalnya sebanyak 69 lembar. “Kita langsung membakar soal dan lembar jawaban itu didepan peserta, polisi dan Anggota Panwaslu Kota Bima. Kita harus menjunjung tinggi transparansi proses seleksi ini,” ujar Edi.

Dikatakannya, soal seleksi calon anggota Panwascam tersebut dibawa tim dari Bawaslu NTB pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Kemudian soal tersebut didistribusikan kepada Panwaslu Kota dan Kabupaten Bima untuk digunakan dalam seleksi yang digelar Selasa (17/10). “Tepat pada pukul 10.15 Wita proses tes tertulis dilakukan serentak. Terlebih dahulu Sekretaris Panwaslu Kota Bima Subhan SH membacakan tata tertib seleksi,” terang Edy.

Sementara Divisi Organisasi dan SDM Panwaslu Kota Bima Muhaimin SPdI menjelaskan, proses seleksi telah berlangsung secara baik dan transparan. Dirinya berharap seleksi tersebut dapat terpilih calon-calon anggota Panwascam yang memiliki kemampuan, integritas dan independensi. “Hasil seleksi ini akan kita umumkan pada hari Kamis (19/10) ini. Melalui media cetak dan elektronik juga ditempel di masing-masing kecamatan,” tutup Muhaimin.

Dalam kesempatan itu, sedikitnya 64 orang mengikuti seleksi tertulis Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam. Seleksi tertulis tersebut sebagai kelanjutan tahapan seleksi administrasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Sebelum pelaksanaan tes tulis, Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu NTB Umar Ahmad Seth SH MH memberikan pengarahan kepada para peserta tes. Dirinya mengaku pelaksanaan tes tulis ini dalam upaya menjaring 6 peserta terbaik dan memiliki nilai tertinggi. “Peserta ini akan dikerucutkan menjadi 6 orang masing-masing kecamatan. Mereka akan mengikuti wawancara untuk menentukan 3 terbaik sebagai anggota Panwaslu Kecamatan,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan, pelaksanaan tes tertulis ini dilakukan secara transparan dan objektif. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing menjadi yang terbaik. “Saya ingatkan, tidak ada main titip menitip semua punya kesempatan yang sama,” tegasnya. (rul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid