Dana ‘Cash For Work’ Cair, Warga Gelar Do’a Dana

DOA DANA: Inilah Doa Dana yang digelar warga Kelurahan Penanae, Kamis (5/1) usai menerima Cash Work sebesar Rp 500 ribu per rumah.

KOTA BIMA-Dana upah kerja tunai (cash for work) sebesar Rp 500 ribu per rumah mulai dibagikan kemarin.

Penerima bantuan dari pemerintah Kota Bima ini diperuntukan bagi warga yang terdampak banjir. Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin SIP MM mengatakan, untuk langkah awal warga yang mendapat bantuan sekitar 21.302 KK. Itu berdasarkan SK yang ditandatangani Wali Kota Bima beberapa hari lalu. "Itu baru SK sementara, akan berkembang sesuai data yang masuk," ujarnya, kemarin (5/1).

Dijelaskan, pencairan uang ini dilakukan melalui rekening RW di tiap kelurahan. Kemudian uang tersebut dibawa langsung ke warga yang berhak. Penyaluran bantuan ini dikawal lurah setempat. Kemudian didampingi kepala SKPD yang bertanggungjawab terhadap kelurahan setempat. "Unsur TNI dan Polri juga ikut mengawal pencairan uang tersebut," terang Rian panggilan akrabnya.

Uang dibagikan dengan mendatangi rumah-rumah warga. Bukan warga yang mendatangi kantor lurah, seperti pemberian bantuan pada umumnya. Itu dimaksudkan untuk memastikan apakah uang tersebut tepat sasaran. Langkah ini juga dilakukan sekaligus untuk memperkuat data kerusakan akibat banjir.

Lurah Dara Bukhari mengaku sudah mulai membagikan Cash For Work. Pembagian langsung pada warga yang berhak. "Kami langsung menemui warga untuk memastikan apa benar yang menerima merupakan korban banjir. Bila ada yang menerima tapi bukan korban banjir, uangnya akan ditarik. Kemudian uang tersebut akan dikembalikan ke daerah,’’ pungkasnya.

Sementara warga Kelurahan Penanae Kota Bima menggelar do'a dana usai menerima Cash For Work Rp 500 ribu. Doa dana dilakukan sebagai bentuk syukur warga atas bantuan yang diperoleh pasca bencana banjir bandang. Kelurahan Penanae menjadi satu dari sekian kelurahan yang cukup parah, terdampak bencana banjir bandang Desember lalu. "Memang kelurahan kami cukup parah mendapatkan musibah ini," aku Sekretaris Lurah Penanae, Muhammad.

Pembagian dana tersebut dilakukan secara langsung. Pihak kelurahan door to door menemui warga penerima bantuan. Sehingga, tidak ada lagi keraguan akan pemotongan dana tersebut. Dia mengungkapkan, penerima Cash Work di Kelurahan Penanae sebanyak 386 rumah, tanpa melihat latar belakang keluarga mampu atau tidak.

Muhammad mengaku kaget, ketika warga secara mendadak menggelar doa dana usai menerima dana tersebut. "Kami juga sangat kaget, tiba-tiba saja warga menggelar doa," aku Muhammad.

Menurutnya, rasa syukur warga telah menerima bantuan diwujudkan dalam bentuk sederhana dan tradisional. Kata dia, kearifan lokal seperti doa dana sudah lama hilang di masyarakat Kota Bima. Sehingga Muhammad yakin, bencana yang menimpa Kota Bima tidak hanya menjadi cobaan semata tapi juga memberikan banyak pelajaran. "Salah satunya, kita bisa mengingat kembali tradisi seperti ini," terangnya.

Muhammad berharap, bantuan yang diberikan pemerintah tidak hanya membantu secara materi. Tapi lebih kepada rehabilitasi psikis warga, terutama anak-anak. "Siapa tau dengan uang tersebut, keluarga bisa sedikit bersenang-senang. Sekadar untuk melepaskan trauma dan lelahnya," pungkas alumni STIH Muhammadiyah Bima ini. (nk/tin)