Sang Pemberani

Memenuhi undangan Kepala Sekoah SMKN 1 Lembar untuk panen Udang Vaname di Desa Kidang, Praya Timur, Lombok Tengah. “Tambak ini dikelola langsung oleh siswa yang berasal dari sini,” jelas Quroni, sang Kepala Sekolah.

Mengelilingi kawasan tambak sambil mendengar penjelasan guru pendamping tentang potensi usaha yang menjanjikan. Apalagi pelajar SMK yang dibekali dengan ilmu dan modal yang memadai tentu akan makin memperluas usaha dan bisa menyerap tenaga kerja bagi warga desa tersebut.

Di dekat tambak lain, ada beberapa orang guru dan masyarakat terlibat dalam sebuah cerita tentang Buaya di tambak. Mendengar itu, mengingatkan saat Abu Bongoh menyelamatkan anak gadis Pak Kades yang terjatuh di kolam saat banjir melanda.

BACA JUGA :  Menang Undian

Ketika itu tak seorangpun berani menyelamatkan gadis anak Pak Kades yang terseret arus deras. Namun tiba-tiba saja Abu Bongoh terjun di arus yang sangat deras itu, sehingga si gadispun selamat.

Semua warga menyalami Abu Bongoh, Pak Kades pun tak kuasa menahan haru, dan langsung memeluk erat Abu Bongoh.

“Terima kasih Ngoh…. terima kasih…  untung ada kamu,” kata Pak Kades.

Abu Bongoh terdiam saja sambil menahan dingin. Sementara sejumlah wartawan cetak dan elektronik mengabadikan kejadian itu dan terkagum-kagum melihat keberanian Abu Bongoh.

BACA JUGA :  MENGHUKUM TANGAN

“Atas keberanianmu itu, saya akan memberimu hadiah. Katakan Ngoh, apa yang kamu minta?” tanya Pak Kades sambil tetap menyalami tangan Abu Bongoh dengan erat.

Tapi Abu Bongoh tetap diam. “Ayo Ngoh… katakan permintaanmu. Ini merupakan perhatianku pada orang pemberani sepertimu. Ayo, katakan!!!” kata Pak Kades tak sabaran.

“Saya cuma meminta Bapak untuk menemukan orang yang mendorong saya tadi,” kata Bongoh menghela napas. (*)