Realisasi Anggaran Lobar Jauh dari Target

ILUSTRASI ANGGARAN

GIRI MENANG-Realisasi anggaran Pemkab Lombok Barat  pada akhir 2016 jauh dari target. Berdasarkan catatan Bagian Pembangunan Setda Lobar, realisasi anggaran hanya mencapai 84,55 persen dari target 95,49 persen hingga 27 Desember 2016. Padahal target sampai dengan 31 Desember 2016 mencapai 96,56 persen.

Jika tetap tidak terkoreksi pada angka 84,55 hingga 31 Desember 2016, maka tentu deviasi bisa mencapai minus 12,01 persen. “Jadi hingga akhir tahun, tertanggal 27 Desember realisasinya masih belum mencapai target,” ungkap Kabag Pembangunan Setda Lobar Heri Ramadan belum lama ini.

Heri mengatakan, realisasi anggaran ini didasarkan atas Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk di dalamnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Tripat dan Puskesmas di Dinas Kesehatan Lobar.

Rendahnya realisasi anggaran ini memang sudah terlihat saat dilakukannya rapat pimpinan sebelum-sebelumnya. Misalnya saja pada  31 Oktober 2016, realisasi anggaran 63,15 persen dari target 88,89 persen. Selanjutnya pada 9 Desember 2016 realisasi anggaran 75,01 persen dari target 90,66 persen.

Berdasarkan data yang ada, dari 32 SKPD ditambah 10 kecamatan terdapat 14 SKPD masih rapor merah. Kemudian 17 zona hijau atau realisasinya di atas 95 persen yakni Kecamatan Kediri, Kesbangpol, Bapeluh, Kecamatan Lembar, Kecamatan Batulayar, Distamben, Bappeda, Sekretariat Dewan, Dinas Koperasi, Kecamatan Lingsar, Dishubkominfo, Kecamatan Kuripan, Kecamatan Labuapi, Satpol PP, Kecamatan Gunungsari, Dishut dan Kecamatan Gerung. Sedangkan yang memperoleh rapor kuning diantaranya BPMP2T, Kantor Ketahanan Pangan, BKD, PPKD, DKP, RSUD, Dukcapil, Kecamatan Narmada, Inspektorat, BLH dan Kecamatan Sekotong.

Realisasi anggaran yang cukup rendah ini nampaknya jauh dari harapan target yang diinginkan Bupati H. Fauzan Khalid. Dikarenakan pada rapat pimpinan pertengahan Desember 2016, Fauzan bersama Sekda Lobar HM. Taufik justru berharap realisasi bisa pada angka lebih dari 90 persen.

Begitupula dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), di mana hingga 9 Desember 2016 baru tercapai Rp 83,97 persen lebih dari total target Rp 209 miliar lebih.(zul)