Dewan Minta Anggaran Pariwisata Naik

GIRI MENANG- Komisi II DPRD Lombok Barat mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat meningkatkan anggaran pariwisata di dinas terkait. Pasalnya, selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bersumber dari pariwisata. Tahun ini anggaran pengembangan wisata hanya Rp 10 miliar.” Kita sebenarnya telah lama ngotot untuk meningkatkan anggaran pengembangan pariwisata. Tetapi, sampai saat ini tidak direalisasikan. Padahal pemasukan PAD terbesar bersumber dari pariwisata,” demikian dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Lombok Barat Hj. Nurul Hidayah kepada Radar Lombok, Rabu (20/7).

Dewan meminta sekitar 30 persen dari total PAD yang masuk diarahkan ke sektor pariwisata. Tahun ini angka PAD Lombok Barat mencapai sekitar Rp 200 miliar.

Nurhidayah sendiri kecewa Pemkab tidak memikirkan imbal balik ke sektor pariwisata berdasarkan banyaknya uang yang masuk ke daerah lewat sektor ini. Jika pariwisata kurang diperhatikan, maka PAD Lombok Barat akan terganggu. Sebelum itu terjadi, maka perlu ada langkah antisipasi, yakni dengan melakukan penataan-penataan. Dan itu membutuhkan biaya. Warga di sekitar kawasan pariwisata juga perlu dikuatkan dan dibina.” Beberapa waktu lalu Komisi II telah berdiskusi dengan Dinas Pariwisata. Dinas antusias ingin mengembang objek wisata Sekotong. Tapi harus menunggu giliran karena anggaran yang minim. Sehingga Dinas Pariwisata menyasar secara bertahap mulai dari wilayah utara, tengah, baru ke Sekotong,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dikes Ajukan Lagi Anggaran Rehab Poskesdes

Khusus untuk Sekotong, dinas terkait saat ini tengah merancang sejumlah program, diantaranya pelatihan bagi pemandu (guide). Sekotong adalah salah satu kecamatan yang punya alam indah, terutama pemandangan pantai. Di kecamatan ini juga terdapat belasan gili yang indah. Salah satu objek wisata pantai yang baru naik daun adalah Nambung.

Politisi Gerindra ini juga meminta Pemkab aktif melobi Kementerian Pariwisata agar bisa mendapat kucuran anggaran pariwisata. Ia menyadari bahwa ini sejalan dengan prioritas pembangunan pemerintah pusat yang diantaranya fokus ke pengembangan pariwisata.

Pada tahun ini realisasi anggaran dari pusat dipangkas dengan alasan efisiensi. Tahun ini pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 1 triliun lebih yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 230 miliar lebih yang diperoleh melalui pajak daerah Rp 99 miliar lebih, retribusi daerah sebesar Rp 30 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 14 miliar lebih.

Kemudian, PAD Lombok Barat paling banyak masuk dari pusat hampir 60-70 persen. Karena itu, peningkatan destinasi dan konsep wisata di Lombok Barat perlu diprioritaskan. Jangan sampai PAD dari pariwisata banyak lalu tidak memikirkan pengembangan pariwisata.(flo)