Rapor Penilaian Pendidikan NTB dalam Kondisi Bermasalah Serius

Kepala BPMP NTB Katman berpose bersama para peserta rakor se NTB. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB melaksanakan rapat koordinasi terpadu program prioritas Kemdikbudristek 2024, pada 20-23 Feburari 2024. Rakor diikuti oleh 100 peserta dari unsur Dinas Dikbud NTB, Dinas Pendidikan kab/kota, Ombudsman NTB, BGP NTB, Kantor Bahasa NTB.

Kepala BPMP Provinsi NTB Katman menyampaikan bahwa kegiatan rakor bertujuan untuk mengoptimalkan berbagai program strategis Kemendikbudristek ke pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan penjaminan mutu pendidikan di NTB. Saat ini dominasi warna orange dan merah pada rapor pendidikan NTB menjadi permasalahan serius, sehingga dengan adanya kegiatan ini untuk bersama-sama mencari solusi yang terjadi, sehingga diperlukan intervensi dan eksplorasi yang mendalam agar kegiatan-kegiatan nantinya bisa difokuskan untuk peningkatan indikator-indikator tersebut.

Baca Juga :  Perubahan KK Menjadi Biang Kerok PPDB Jalur Zonasi

“Salah satu mekanisme untuk menyelesaikan permasalahan dengan adanya Project Manajement Office (PMO) di level daerah. Di mana PMO sebagai wadah untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan sehingga nantinya diharapkan adanya komitmen bersama dari seluruh kabupaten/kota untuk mengawal hal tersebut,” kata Katman.

Dikatakan Katman, bahwa kegiatan rakor ini merupakan bentuk sosialisasi program-program prioritas Kemendikbudristek, diantaranya optimalisasi pengawas sekolah sebagai pendamping satuan pendidikan, pengangkatan guru penggerak menjadi kepala sekolah/pengawas sekolah, penguatan program peningkatan literasi dan numerasi, serta advokasi transisi PAUD -SD.  Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan para Wali Wilayah BPMP NTB kepada masing-masing daerah yang nantinya para Wali Wilayah menjadi sarana/wadah diskusi antara Pemerintah Daerah dengan BPMP Provinsi NTB.

Baca Juga :  Siswa SDN 6 Pohgading Belajar di Teras Sekolah

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi solusi didunia pendidikan,’’ tandasnya. (adi)

Komentar Anda