PWI Dukung OJK NTB Perangi Investasi Bodong

PWI NTB DAN OJK NTB
SILATURAHMI : Pengurus PWI NTB foto bersama Kepala OJK NTB Farid Faletehan di kantor OJK NTB, Ampenan Mataram, Selasa (15/12). (ist/radar lombok)

MATARAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTB mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB memerangi maraknya tawaran investasi bodong di NTB. Dukungan kepada OJK NTB tersebut sebagai salah satu upaya PWI NTB melindungi masyarakat dari penipuan berkedok investasi bodong. Terlebih lagi kondisi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini, cukup terpuruk, karena daya beli rendah karena aktivitas ekonomi lesu.  

Investasi bodong ini menjadi topik diskusi pada kegaitan silaturrahim Ketua PWI NTB, Nasruddin Zein bersama Sekretarias PWI NTB H Rachman Hakim dan  Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan H Azrul Azwar dengan Kepala OJK NTB Farid Faletehan di kantor OJK NTB, Selasa (15/12).

PWI NTB pada Jumat 18 Desember 2020 mendatang berencana akan menyelenggarakan sarasehan sebagai rangkaian rapat kerja daerah (Rakerda) dengan tema “Menakar Ekonomi NTB 2021” yang akan dilaksanakan di gedung OJK NTB bertempat di Malomba, Mataram.

Kegiatan sarasehan akan diisi dengan diskusi dan topik yang akan dibahas termasuk ekonomi NTB dari perspektif perkembangan industri jasa keuangan, dan maraknya investasi bodong. Selain OJK, narasumber yang direncanakan dihadirkan adalah unsur dari Reskrimsus Polda NTB, Bank NTB Syariah, PT Gerbang NTB Emas, dan unsur dari Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB.

Kepala OJK NTB Farid Feletehan menyambut baik sinergi OJK NTB bersama PWI. Farid juga menenakan pentingnya sinergi dengan seluruh stakeholders, terutama insan media untuk memerangi tawaran-tawaran investasi bodong yang marak masuk ke NTB.

Farid juga menyatakan, OJK NTB mendukung seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI NTB yang berhubungan dengan kemaslahatan banyak orang. Ada beberapa PR bersama yang bisa dilakukan oleh PWI NTB dan OJK NTB, diantaranya soal literasi dan inklusi keuangan dan juga investasi bodong.

“Terus terang ini PR kita bersama, kami dari lembaga keuangan aktif, dan kami berharap PWI dan seluruh anggota dan jajarannya juga aktif mengenalkan masyarakat tentang produk-produk dan lembaga keuangan, serta mensosialisasikan investasi bodong,” kata Farid.

Investasi bodong di NTB semakin banyak, namun masyarakat banyak yang belum tahu dan bahkan kena tipu. Belum lama ini, Satgas Waspada Investasi (SWI) merilis investasi bodong yang masuk ke NTB. Diantaranya, Massive Hector, Hector Trade Community,Forum Komunikasi Persaudaraan Nusantara,  Nusa Business School, AutoGajian, Lucky Trade Community, Vtube, Digital Community, Dana Kilat, Dananow, Adadana, Lotecoin, Maysoora Caca (Emak Caca) dan Goban. Termasuk arisan online.

“Kita sama-sama bantu masyarakat agar makin tidak banyak jadi korban. Perlu juga peran insan pers sebagai corong ke masyarakat. Kalau merasa dirugikan investasi bodong, laporkan ke OJK, atau ke Polda,” kata Farid.

Sementara itu, Ketua PWI NTB Nasruddin Zein menegaskan, persoalan-persoalan yang ditangani oleh OJK, seperti investasi bodong secara massif harus disampaikan kepada masyarakat melalui peran seluruh media yang ada di kabupaten/kota.

“Dengan adanya kerja sama PWI-OJK, masyarakat kita harapkan menjadi mengetahui produk-produk keuangan dan investasi yang legal dan bodong. Sehingga masyarakat menjadi tahu dan tidak menjadi korban investasi bodong. Ini output silaturrahim kita,” katanya. (luk)