Polisi Viral Itu Dapat Penghargaan

PENGHARGAAN: Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Ikbal saat memberikan piagam penghargaan kepada Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Priyo Suhartono. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
PENGHARGAAN: Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Ikbal saat memberikan piagam penghargaan kepada Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Priyo Suhartono. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM – Kasatreskrin Polres Lombok Tengah, AKP Priyono Suhartono yang belakangan ini viral karena menolak laporan Mahsun yang ingin mempidanakan ibunya mendapat penghargaan dari Kapolda  NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal.

Piagam penghargaan itu diterima AKP Priyo Suhartono secara resmi dalam rangkaian acara syukuran Hari Bhayangkara ke-74 yang digelar di Lapangan Tenis MarkasPolda NTB, Rabu (1/7). “Piagam penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya dalam tugas kepolisian di bidang penegakan hukum terkait pengambilan keputusan yang mendapatkan apresiasi dan respon positif dari masyarakat. Hal tersebut turut mengharumkan institusi Polri,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto.

Selain Suhartono, anggota Polri yang mendapat piagam penghargaan yaitu IPTU Sudarman selaku PS Kanit 1 Sipatwal Subdit Patroli Dit Polairud Polda NTB. Ia mendapat penghargaan atas dedikasinya dalam tugas kepolisian di bidang sosial ekonomi. Di mana ia sendiri selaku inisiator dan motivator dalam mengedukasi dan menggerakkan masyarakat eks TKI guna membentuk kelompok tani garam beryodium.

Kemudian ada juga Bhabinkamtibmas Lembar Selatan Bripka Suhaimi dan Bhabinsa Lembar Selatan Sertu Markinun. Kedua mendapat penghargaan atas dedikasinya di bidang sosial kemanusiaan guna memfasilitasi kegiatan bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu di wilayah desa setempat.

Atas piagam penghargaan tersebut mereka merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolda NTB. Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyono Suhartono salah satunya.

Dia tidak menyangka keputusannya menolak laporan Mahsun, warga warga Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah itu mendapat respon luar biasa dari masyarakat.

Hal itu sebenarnya adalah spontanitas karena begitu melihat ada anak ingin mempidanakan ibu kandungnya hanya karena sepeda motor.

Lebih-lebih anak tersebut juga membentak ibunya di hadapannya sendiri. “Saya tidak tahan melihat itu,” ungkapnya.

Suhartono menolak laporan tersebut dengan memberikan saran agar permasalahan tersebut diselesaikan secara musyawarah. (der)