Pesta Adat Tahunan Rebo Buntung Berlangsung Sederhana

Pesta Adat Tahunan Rebo Buntung
MAKIN SEPI: Tampak suasana perayaan adat masyarakat Pringgabaya, Rebo Buntung dan pesta rakyat Tetulak Tamparan yang makin tahun makin sepi saja. (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Puncak Acara pesta adat tahunan masyarakat Pringgabaya berupa perayaan Rebo Buntung dan Tetulak Tamparan yang berlangsung Rabu kemarin (15/11), di Pantai Tanjung Menangis, Ketapang, berlangsung sederhana. Namun demikian, pelaksanaan acara yang juga dihadiri pejabat dari kabupaten dan Muspika Pringgabaya ini berlangsung lancar.

Banyak pihak menilai bahwa pesta adat masyarakat Pringgabaya yang telah mendapatkan hak paten dari Dirjen Kementerian Pariwisata ini agak sepi, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, disebabkan kurang promosi, baik oleh panitia pelaksana maupun pemerintah daerah. Namun oleh Ketua Panitia, Judan Putrabaya, SH membantah hal ini dalam penyampaian laporannya.

BACA JUGA :  Ribuan Umat Budha Meriahkan Dharma Shanti Waisak

“Pelaksanaan perayaan Rebo Buntung tahun ini agak kita sederhanakan, lantaran terbentur dengan momentum pelaksanaan Pilkades serentak yang diadakan Pemerintah Daerah Lombok Timur,” kilahnya.

Momentum Pilkades serentak inilah yang kemudian dikatakan menjadi kendala bagi pihaknya untuk melaksanakan berbagai kegiatan lainnya agar meriah, rangkaian acara adat masyarakat Pringgabaya ini.

Bahkan pihaknya sempat disarankan untuk mengundur atau memajukan pelaksanaan kegiatan. “Namun hal itu tentu tidak mungkin, mengingat waktu dan momentumnya yang harus dilaksanakan pada hari Rabu terakhir pada bulan Safar, dan tentu tidak bisa dipindah ke hari lain atau bulan lain” imbuhnya.

Sementara Kadis Pariwisata Lotim, H. Juhat dalam sambutan mewakili Pemkab Lotim mengatakan, bahwa Pemda akan terus memberikan perhatian pada berbagai hal yang dapat mendukung program pariwisata di Lombok Timur. “Bahkan even ini akan kita masukkan pada kalender kegiatan Kabupaten Lombok Timur nantinya,” janjinya.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang sekiranya dapat mendukung dan meningkatkan kedatangan para wisatawan, tentu akan selalu direspon pemerintah. “Guna mendukung keberhasilan program tersebut, saat ini kita sedang mengembangkan dan melengkapi destinasi wisata yang ada di Lotim. Termasuk sarana dan prasarana yang ada di Pantai Ketapang ini, termasuk pembangunan lapak sebagai program kita tahun depan disini,” sambungnya.

BACA JUGA :  Bulan Ramadan Makin Semarak dengan Tradisi Nyala Dile Jojor

Pelaksanaan pesta adat Rebo Buntung dan pesta rakyat Tetulak Tsmparan tahun ini memang agak berbeda, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran warga yang tergolong agak sepi.

Sementara itu, beberapa warga juga menyayangkan pelaksanaan kegiatan Rebo Buntung dan pesta rakyat Tetulak Tamparan ini yang diwarnai momentum politik (Pilkades). “Kami menyayangkan pihak panitia tidak cermat. Seharusnya acara seperti ini tidak boleh diwarnai dengan kegiatan politik. Kami menyarankan agar hal ini tidak terulang pada tahun-tahun berikutnya,” kata salah satu warga setempat.

Bahkan dia juga mengaku mendapatkan kabar tak sedap, bahwa Bupati Lotim, Ali BD tidak jadi datang, lantaran dia mendengar adanya gambar salah satu bakal calon gubernur yang dipampang sepanjang jalan, mulai dari perempatan Pringgabaya hingga Pantai Ketapang. Sehingga dia juga menengarai, sepinya pengunjung pada perayaan puncak ritual Tetulak Tamparan, juga disebabkan oleh hal tersebut.

Dia berharap kedepan ada perhatian pemerintah, sehingga tradisi dan budaya masyarakat, termasuk pelaksanaan Rebo Buntung ini tidak punah. Termasuk kalau pemerintah terlibat, akan memperoleh gaung di tingkat nasional maupun internasional. “Kami berharap pemerintah jangan hanya membangun wacana saja. Aksi yang perlu. Jangan hanya memperhatikan Labuhan Haji saja, sementara disini yang jelas kegiatannya, tidak diperhatikan,” kesalnya. (Lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut