Ribuan Anak Ikuti Kirab Budaya

MATARAM – Kirab Budaya Nusantara dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional (HAN) dan pembukaan Forum Anak Nasional (FAN) diikuti ribuan anak dari jenjang SD hingga SMA. Mereka berasal dari 34 provinsi di Indonesia, termasuk pelajar dari Kota Mataram.

Kirab dilepas oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang didampingi Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana. Hadir juga Ketua LPAI Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. Kirab budaya dilaksanakan di depan Taman Sangkareang Mataram kemarin.

Ketua panitia FAN Sutrisno menyebutkan, kegiatan FAN tahun 2016 ini adalah kegiatan yang pertama kalinya dilaksanakan di luar istana. Tahun-tahun sebelumnya perayaan HAN biasanya dilaksanakan di Istana Negara di Jakarta.” Ini forum yang pertama di luar istana dan Mataram menjadi lokasi pertama,” tegas Sutrisno.

Tujuan umum dari pelaksanaan acara ini yaitu untuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan diri, mengembangkan gagasan ide dan  meningkatkan rasa bangga menjadi anak Indonesia.

Rencananya puncak HAN akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Juni. Empat menteri sudah menyatakan kesiapan hadir masing-masing Menteri Puan Maharani, Menteri Sosial, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Simbesi dan Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan.

Sementara itu perwakilan Menteri P3A yang diwakili Deputi Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosaline  menegaskan, setiap pelaksanaan pertemuan anak-anak di Indonesia harus melalui pertemuan Forum Anak Nasional." Pertemuan Anak Indonesia harus  melalui Forum anak ini,” tegasnya.

Pertemuan forum anak merupakan serangkaian dari peringatan HAN. Maka dalam forum anak akan dilaksanakan berbagai kegiatan yang salah satunya juga  berkaitan dengan Kongres Anak tahun 2016.” Puncaknya  tangggal 23 Juli diakhiri dengan HAN." tegasnya.

Lenny berharap dengan adanya FAN dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak agar bangga  menjadi anak Indonesia dan terus berprestasi. Sampai saat ini sudah ada sekitar 294 kabupaten/kota yang menginisiasikan diri menjadi Kota Layak Anak (KLA).

Kedepan Provinsi NTB bisa menjadi provinsi layak anak. Maka peran kabupaten/kota untuk mendukung agar provinsi bisa menjadi provinsi layak anak.(ami)

BACA JUGA :  Prosesi Ngalun Warga Desa Aik Dewa Kabupaten Lombok Timur