Performa Baihaqi Dinilai Paling Keren

Pengamat Politik: BARU Rajai Panggung Debat Pertama

BERSALAMAN: Calon Wali Kota Mataram, H Baehaqi, bersalaman dengan H Mohan Roliskana, Calon Wali Kota lainnya, usai debat pertama. (sudir/radarlombok.co.id)

MATARAM-Performa Calon Wali Kota Mataram nomor 4 H Baihaqi dinilai paling keren, dalam debat Kandidat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Kamis malam (29/10/2020).

Pria berlatar arsitek itu dinilai sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai calon wali kota paling unggul. Baihaqi dianggap mumpuni sebagai Wali Kota Mataram berikutnya.

“Pemaparan visi misi yang ringan dan diksi mudah dipahami oleh pemilih Kota Mataram,” kata Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Mataram, Inka Nusamuda Pratama, kemarin (30/10/2020).

Tetapi sekalipun disampaikan dengan gaya bahasa ringan, namun punya substansi yang dalam dalam setiap yang disampaikannya. “Saya melihat ini akan sukses mendongkrak elektabilitas pasangan BARU,” ulasnya.

Dari semua segmen debat yang dikuasai Aqi, yang paling menarik menurutnya saat paslon H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM) bertanya tentang bagaimana Kota Mataram mengambil profit dari gelaran MotoGP.

“Pasangan BARU saya fikir menjawab dengan jawaban yang sangat inovatif dan otentik,” terangnya.

Inka mencontohkan saat Aqi memaparkan tentang program Mataram Creative Center. “Wisatawan dalam negeri dan luar negeri yang datang untuk menyaksikan motoGP, berbagai keperluan merchandise misalnya, sebelum kembali ke daerah atau negara asalnya dapat dipenuhi milenial-milenial kreatif yang ada di sana,” ulasnya.

Semangat membangun Mataram Creative Center nantinya akan diakselerasikan dengan teknologi 4.0 yang sudah menjadi ‘paham’ teknologi industri yang dianut dunia saat ini.

“Memanfaatkan pagelaran Moto GP, sebab perkembangan zaman dan arus globalisasi menuntut kita harus memanfaatkan momentum, maka profit dari segala sektor akan kita dapatkan untuk Kota Mataram,” jelasnya.

Bagi pengamat milenial berusia 38 tahun itu, paket BARU berhasil memperlihatkan klasnya sebagai Calon Wali Kota unggulan.

“Ketenangan Aqi dalam menyampaikan ide, gagasan, serta konsep, merupakan nilai plus yang kemudian menjadikannya sebagai pemimpin ideal bagi Kota Mataram ke depan,” ulasnya.

Seperti diketahui, Kamis malam (30/10/2020) KPU Kota Mataram menyelenggarakan debat kandidat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram untuk tahap pertama. Ada tiga tahapan debat yang digagas KPU.

Debat pertama menghadirkan pasangan calon lengkap, debat kedua 14 November antar calon wakil wali kota, dan debat pamungkas atau ketiga pada 30 November antar Calon Wali Kota.
Sementara itu, Baihaqi mengatakan sangat menikmati debat kemarin malam.

Beberapa soal debat yang disampaikan tim pakar hingga pertanyaan yang disampaikan kandidat lain menjadi fokus perhatian yang selama ini ingin diselesaikannya.

Ruang debat itu diharapkan menjadi sarana bagi pemilih rasional dan pemula mengukur gagasannya.

“Sudah saya sampaikan beberapa kali bahwa kami memang tidak ingin dipilih hanya karena fanatisme buta, tetapi kami ingin dipilih karena gagasan,” katanya santai.

Baihaqi pun berharap publik mencermati dan mempelajari gagasannya yang tertuang dalam visi-misi.

“Mari kita berdiskusi untuk menjadikan Mataram ini menjadi lebih baik. Sebagai putra asli Mataram, tentu saya punya tanggung jawab moril menjadikan tanah kelahiran saya unggul,” jelasnya.

Calon Wakil Wali Kota Mataramm Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi optimis masyarakat Kota Mataram, sebagian besar pemilih rasional. “Ini adalah ibu kota, di mana barometer dan keberhasilan sebuah provinsi di ukur dari sini,” katanya.

Berbagai rencana pembangunan dan gagasan super inovatif sudah disiapkan. Salah satunya yang dipaparkan dalam debat yakni Mataram Creative Center.

“Itu semua untuk menjawab tantangan dan kebutuhan ibu kota ke depan di tengah melimpahnya SDM dan keterbatasan SDA kita,” terangnya.

Mantan Senator NTB dua periode itu menjanjikan akan ada kejutan-kejutan luar biasa lagi nantinya. Terutama dalam pemberdayaan perempuan di Kota Mataram.

“Pada saatnya kita akan ungkapkan satu persatu, tidak langsung semua. Kita beri kesempatan para pemilih mengukur kedalaman gagasan kami,” jelasnya.

Politisi Demokrat NTB Zainul Aidi memuji performa debat BARU sebagai yang paling menguasai panggung. “Luar biasa, saya kira warga kota dapat melihat dengan objektif siapa yang paling unggul semalam,” katanya.

Ketenangan Baihaqi memaparkan gagasan, intonasi terukur, hingga jawaban yang aplikatif membuat cita-cita Mataram baru bukan sekadar pepesan kosong. “Sekarang warga kota punya pilihan calon wali kota baru, demi menyongsong era baru, Mataram baru, harapan baru,” ujarnya.

Di debat berikutnya, Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB itu yakin Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi akan kembali mendominasi dalam pemaparan gagasan. “Kami optimis menang,” kata Ketua Tim Pemenangan BARU itu. (dir)