Pengembangan Pariwisata Syariah Tidak Fokus

MATARAM-Gencarnya pengembangan wisata di NTB tidak sebanding dengan visi menjadikan NTB menjadi destinasi wisata syariah.

 Pasalnya dalam pengembangan destinasi wisata masih terkesan tidak sesuai pengembangan wisata syariah.

“Permasalahan dasarnya adalah, menurut hemat saya kita berbicara wisata syariah (halal,red) tapi implementasi dilapangan tidak seperti itu, karena itu perlu pemikiran lebih lanjut, bagaimana kita memecahkan masalah ini dengan lebih baik,” ungkap Bupati Kabupaten Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy, dalam acara forum strategis pengembangan pariwisata berkelanjutan di NTB yang bertempat di Hotel Lombok Astoria, Rabu lalu (4/9).

 Maka tentu dalam pengembangan pariwisata harus lebih fokus. Dikatakan  Sukisman, karena kalau berbicara pariwisata syariah itu harus islami tidak seperti yang terjadi pada saat ini. “Tidak seperti yang kita lakukan sekarang ini,  tetapi yang terjadi lapangan sekarang berbeda,”terangnya.

 Pengembangan pariwisata yang tidak fokus maka tidak mungkin bisa terwujud sesuai visi pariwisata syariah. “Tanpa seperti itu tidak bisa maju pariwisata kita dengan problematika yang terjadi. Oleh karena itu dicari jalan keluar yang terbaik, bagaimana cara masyarakat itu tetap agamis, religius disatu sisi pariwisata kita bisa berkembang lebih baik,”lanjutnya.

 Maka objek andalan pariwisata  di NTB, harus mulai difokuskan untuk dikembangkan menjadi wisata syariah. “Mungkin kalau kita lihat di pantai nggak bisa kita bicara pariwisata islami atau syariah. Tapi kalau di gunung misalnya atau disawah pariwisata-pariwisata yang islami, bisa kita terapkan disana. karena harus mencari bentuk model pariwisata kita yang berlandasan syariah,” sarannya dalam kemajuan pariwisata yang berkelanjutan dengan visi syariah.

 Dalam Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2020   yang belum lama ini sudah disahkan bersama DPRD Provinsi NTB, pariwisata sudah tidak lagi menjadi program unggulan. Sementara menurut, Sukiman perkembangan pariwisata kedepan bisa menjadi tulang punggung daerah ini (NTB). “Mungkin Pemerintah Provinsi NTB beranggapan, tanpa dianggarkan dengan melimpah pun  pariwisata bisa berjalan dengan sendirinya, makanya lebih fokus ke hal-hal yang lain,”tanggapannya.

 Sukiman pun menngucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah banyak membantu dalam pengembangan wisata di NTB. Pihaknya pun siap bersinergi dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan. (sal)