Pelatda PON 2024 Dimulai 12 Januari

RAPAT : Inilah saat petinggi KONI NTB memimpin rapat bersama Pengprov Cabor membahas sistem Pelatda PON 2024. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB memastikan pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON Aceh – Sumatera Utara 2024 akan dimulai Jumat (12/1). Hal ini disampaikan Ketua KONI NTB Mori Hanafi dalam rapat bersama pengprov cabor.

“Tidak bisa ditunda lagi, Pelatda memang harus segera dimulai. Jika atlet tidak dipersiapkan malah tidak maksimal,” ujar Mori.

Mori menjelaskan, Pelatda sebelumnya dijadwalkan mulai 5 Januari. Namun karena masih ada beberapa cabor yang belum memfinalkan SK kelolosan atlet ke PON Aceh-Sumatera Utara 2024, sehingga ditunda.

“KONI Pusat yang ingin mengeluarkan SK keseluruhan. Tapi jika kita menunggu maka pelatda tidak akan jalan, jadi kita mulai pelatda dengan data dari pengprov cabor,” paparnya.

Baca Juga :  Pecatur Junior NTB Tampil Gemilang di Kejurnas Catur ke-49

Pelatda Maju Melaju akan diikuti atlet secara bertahap. Untuk tahap pertama, akan diikuti 150 atlet yang masuk dalam grade A. Kemudian akan disusul atlet yang berada di grade B dan grade C beberapa bulan setelahnya.

“Sistem ini disiapkan binpres untuk mengatasi minimnya anggaran yang dimiliki saat ini. Kalau kami tentunya ingin semua atlet langsung melaksanakan bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Mori mengatakan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk KONI NTB sebesar Rp15 miliar. Sementara jika pelatda dilaksanakan serentak 41 cabor yang lolos ke PON, maka diperkirakan akan menelan anggaran kurang lebih Rp20 miliar.

Menurut Mori ada sejumlah fasilitas latihan yang akan digunakan atlet selama pelatda, seperti GOR 17 Desember, Padepokan Pencak Silat, serta Gelanggang Pemuda dan Olahraga.

Baca Juga :  Atlet Judo NTB Amankan Medali Perunggu di Kejurnas

Sementara itu, Wakil Ketua KONI NTB Agus Suharyan menjelaskan, pihaknya juga akan melibatkan pelatih untuk menjalani klinis terkait program yang akan dijalani atletnya selama pelatda.

“Pelatih menyusun program kemudian dibedah bersama untuk mencapai hasil maksimal,” katanya.

Terkait penentuan grade atlet dipetakan berdasarkan hasil Pra-PON yang sudah dijalani cabor. Sehingga ada dasar yang kuat untuk melihat potensi atlet mendapatkan medali emas di PON Aceh-Sumatera Utara 2024 nanti.

“Ada beberapa klasifikasi misalkan capaiannya di Pra-PON. Termasuk juga apakah itu kejurnas atau kejurwil,” tandasnya. (rie)

Komentar Anda