Peduli Bahasa dan Adat Istiadat Bayan, Tokoh Adat Dukung NADI

DUKUNGAN ADAT: Para tokoh dan masyarakat adat Bayan menyambut dan memberikan dukungan kepada Paslon NADI nomor urut 2. (TIM NADI FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG—Calon Bupati Petahana Lombok Utara, H Najmul Akhyar dinilai sosok pemimpin yang mengerti dan mengenal bahasa dan adat istiadat Bayan. Hal itu ditunjukkan melalui kebijakan-kebijakan dan kerap hadir di tengah masyarakat adat selama memimpin Lombok Utara. Atas kepeduliannya tersebut, para tokoh adat di Kecamatan Bayan bersepakat dan berkomitmen mendukung sekaligus memenangkan kembali pada 9 Desember 2020.

“Lebih baik kita pilih pemimpin yang sudah berpengalaman, mengerti dan mengenal bahasa dan adat istiadat Bayan,” ungkap tokoh utama adat Bayan, Miq Gedarip pada saat kampanye dialogis di Dusun Karang Salah Desa Bayan Kecamatan Bayan, Kamis (19/11/2020).

Ia menceritakan, ada seseorang yang ingin ikut Pansel Kadus di desa setempat. Dia sekolah tiga tahun di luar daerah (Yogyakarta) namun pulang-pulangnya tidak bisa berbahasa Bayan. Jika tidak mengerti berbahasa Bayan, bagaimana bisa menyerap aspirasi keinginan masyarakat Bayan.

“Karena itulah, kita pilih pemimpin yang mengenal bahasa Bayan, dan mengenal adat istiadat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, Lombok Utara membutuhkan orang yang berpengalaman. “Kita serahkan kepada yang berpengalaman seperti Pak Najmul Akhyar,” imbuhnya disambut para tokoh adat Bayan lainnya.

Selain itu, ia juga menyanjung pengalaman Suardi selaku pendamping Najmul Akhyar, Suardi sudah mampu menjadi Sekda Lombok Utara bersama dua kepala daerah (Djohan Syamsu dan Najmul Akhyar).

Sudah banyak keberhasilan dalam membantu kepala daerah sebelumnya. “Karena itulah, ketimbang pilih wakil yang tidak berpengalaman, lebih baik memilih yang sudah berpengalaman dan teruji,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Kecamatan Bayan Tim NADI, Suherman menyatakan, 90 persen para tokoh adat Bayan yang hadir dalam pertemuan kampanye dialogis menunjukan dukungan riil terhadap perjuangan menuju kemenangan NADI pada tanggal 9 Desember mendatang.

“Wajah yang penuh keceriaan, penuh kebahagiaan, dan penuh kekeluargaan dalam sambutan. Tidak ada sekat pembatas semua begitu cair dan menganggap kami bagian dari keluarga besar,” ucapnya.

Tentu hal itu bukan dibangun pada saat momentum politik saja namun kedekatan emosional kekeluargaan sudah terbangun lama. Dari sisi kepeduliaan Najmul terhadap masyarakat adat Bayan juga menjadi tolak ukur, dengan lahirnya peraturan daerah (Perda) perlindungan hak-hak adat, belum lagi tolak ukur lainnya.

“Hubungan kekeluargaan antara Pak Najmul dengan tokoh beserta masyarakat adat Bayan sudah terjalin lama, dan bukan pada saat mendekati Pilkada,” tegasnya.

Atas dukungan dan restu dari tokoh dan masyarakat adat Bayan tentu menjadi energi baru untuk perjuangan seluruh relawan dan tim pemenangan di wilayah Kecamatan Bayan, yang terkenal dengan budaya dan adat istiadatnya.

“Sedikit demi sedikit berkumpul, kini menjadi sebuah barisan kokoh, bukan sekedar kerumunan massa. Maka dari itu, kami dukungan tokoh dan masyarakat adat Bayan menambah keyakinan kami meraih kemenangan pada 9 Desember mendatang,” imbuhnya. (flo/*)