Pasca Pasukan Zeni TNI Ditarik, Penuntasan Rehab Rekon Terus Digenjot

Pembangunan Rumah Gempa
PENGAWASAN : Kepala BPBD NTB Achsanul Khalik bersama Kepala Perwakilan BPKP NTB, pada saat pengawasan rehab rekon di Lombok Utara, beberapa waktu lalu.

202.987 Unit Rumah Korban Gempa Tertangani

MATARAM – Pasca ditariknya Pasukan Zeni TNI yang membantu pelaksanaan rehab rekon Rumah Tahan Gempa (RTG) di NTB pada 31 Desember 2019 lalu, pemerintah daerah melalui BPBD kabupaten/kota dan BPBD Provinsi NTB terus mempercepat penuntasan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak karena gempa, untuk mengejar tertanganinya rumah rusak sebanyak 226.204 unit yang telah ditetapkan melalui Review Inspektorat Utama BNPB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H Achsanul Khalik menerangkan bahwa total capaian progres rumah tertangani dari 31 Desember 2019 sampai dengan 24 Februari 2020 mencapai 14.114 KK atau meningkat sebanyak  6%, sehingga naik dari 188.868 unit menjadi 202.982 unit atau sudah mencapai 89,74 %.

“Kami terus berupaya mempercepat penuntasan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak terdampak gempa 2018 lalu,” kata Achsanul Khalik yang akrab disapa AKA, Selasa (25/2).

Selanjutnya, kata AKA, pada 31 Desember 2019 capaian progres fisik 100 persen sebanyak 135.401 kepala keluarga (KK) atau 60.85% dengan rincian rumah rusak berat sebanyak 40.134 KK (53.37%), rumah rusak sedang sebanyak 20.570 KK (62.66%) dan rumah rusak ringan sebanyak 74.697 KK (65.23%). Pada tahap pelaksanaan pembangunan dan perbaikan (On Progres) sebanyak 53.467 KK (24.03%) dengan rincian untuk rumah rusak besar sebanyak 29.791 KK (39,62%), rusak sedang 5.602 KK (17.06%), rusak ringan sebanyak 18.074 KK (15.78%). Pada tahap perencanaan sebanyak 11.220 KK (5.04%), dengan rincian untuk rumah rusak berat 839 KK (1,12%), rusak sedang 3.206 KK (9,77%), rusak ringan 7.175 KK (6,27%).

Adapun progres sampai dengan 25 Februari 2020  capaian progres fisik 100% sebanyak 160.262  KK (70.85%) dengan rincian rumah Rusak Berat sebanyak 50.034 KK (66.97%), rumah Rusak Sedang sebanyak 24.800 KK (68,30%) dan rumah Rusak Ringan sebanyak 85.428 KK (74.17%). Pada tahap pelaksanaan pembangunan dan perbaikan (on progres) sejumlah 42.725 KK (18,89%) dengan rincian untuk rumah Rusak Berat sebanyak 21.639 KK (28,97%), Rusak Sedang 5.259 KK (14,48%), Rusak Ringan 15.827 KK (13.74%).

Terkait dengan sisa waktu masa transisi Darurat yang akan berakhir pada 31 Maret 2020, di mana sebanyak 3.335 unit Rusak Berat, 6.407 unit Rusak Sedang dan 14.019 unit Rusak Ringan belum dikerjakan dan sedang dalam perencanaan akan dilakukan percepatan, khususnya di Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Selain itu, Achsanul juga berharap dalam peningkatan progres yang cepat ini agar para fasilitator, baik sipil, TNI, dan Polri disamping melakukan pendampingan dalam hal perencanaan, pendebetan dan pencairan juga diminta membantu dan melakukan pendampingan percepatan LPJ Pokmas, sebagai bukti pertanggungjawaban penggunaan dana stimulan.

“Kita semakin optimis dapat menuntaskan rehab rekon pada akhir Maret 2020. Karena akan ada bantuan 1000 orang pasukan Zeni TNI kembali masuk ke NTB pada awal Maret 2020 mendatang,” punkgas Achsanul. (luk)