Oknum Kepala Pasar Terara Diduga Selewengkan Dana Sewa Ruko

Buntut Penyegelan Ruko Pasar Terara

Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi

SELONG–Adanya dugaan penyelewengan dana sewa rumah toko (Ruko) yang dilakukan oleh oknum Kepala Pasar Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mendapat respon serius pihak pemerintah. Pasalnya, dugaan penyelewengan dana oleh oknum Kepala Pasar Terara berinisial MZ ini bisa dikategorikan sebagai tindakan korupsi.

Salah satu warga yang menjadi korban penggelapan uang, dan enggan disebut namanya mengatakan, bahwa uang sewa Ruko miliknya sudah diberikan kepada Kepala Pasar untuk sewa selama dua bulan. Dimana dalam setahun harga sewa Ruko seharusnya dibayar Rp 25 juta, sehingga pihaknya membayar secara mencicil. Akan tetapi ketika uang sudah di setor ke Kepala Pasar, kwitansi pembayaran ternyata tidak kunjung diberikan.

“Pada saat ditagih untuk membayar sewa pasar, saya memberikan sejumlah uang. Akan tetapi hingga beberapa bulan kwitansi pembayaran tidak kunjung diberikan,” katanya Kamis kemarin (4/1).

Dengan tidak diberikannya kwitansi pembayaran oleh oknum Kepala Pasar ini, akibatnya pihak pemerintah daerah (Pemda), dalam hal ini petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim akhirnya mendatangi sejumlah pedagang, yang kemudian berujung ke penyegelan Ruko.

Padahal uang sewa Ruko yang seharusnya masuk ke daerah, justeru digelapkan oleh oknum Kepala Pasarnya sendiri. ”Saya mulanya tidak tau kalau ini digelapkan, kerena biasanya kita bayar ke oknum Kepala Pasar tersebut,” ujarnya.

Disebutnya, ada beberapa pedagang lain yang uangnya juga hilang digunakan oleh oknum Kepala Pasar Terara, dengan jumlah yang berbeda-beda. Mulai dari Rp 500 ribu, Rp 1,5 juga, hingga Rp 4 juta. “Jumlah uang yang kita serahkan ke oknum ini berbeda-beda, sehingga kita minta sekarang untuk dikembalikan kepada pemiliknya, atau diserahkan ke daerah. Kalau tidak ini bisa berujung pidana,” ucapnya.