Oknum Kepala Pasar Terara Diduga Selewengkan Dana Sewa Ruko

Buntut Penyegelan Ruko Pasar Terara

Sementara itu, Kepala Bapenda Lotim, Salmun Rahman, juga membenarkan kalau ada oknum Kepala Pasar yang menggelapkan uang setoran yang diberikan oleh para pedagang sebagai uang sewa Ruko. Akan tetapi uang yang digelapkan itu, oknum Kepala Pasar beralasan hanya dipinjam pakai. ”Berdasarkan pengakuan oknum Kepala Pasar, uang ini hanya di pinjam saja. Tapi yang janggal tidak menggunakan kwitansi,” ujarnya.

Dugaan penggelapan ini diketahui setelah adanya penggembokan (penyegelan) Ruko yang dilakukan pihak Bapenda Lotim. Dimana sebelum dilakukan penggembokan, berdasarkan keterangan dari para pedagang, kalau mereka telah membayar sewa kepada Kepala Pasar, hanya saja belum mendapatkan kwitansi pembayaran. ”Jadi apapun alasanya, uang ini harus dikembalikan. Karena uang itu milik daerah,” tandas Salmun.

“Apalagi jumlahnya cukup besar. Kalau tidak dikembalikan dia bisa dipidana. Karena itu bisa masuk dalam kategori korupsi. Tapi kita harapkan yang bersangkutan segera mengembalikan uang ini,” harapnya.

Adanya temuan-temuan seperti ini, tentunya oknum Kepala Pasar yang nakal itu harus dipecat dari jabatannya, dan akan mengganti dengan yang jujur. Sehingga kedepannya tidak ada lagi keluhan masyarakat, dan uang daerah yang dititipkan melalui melalui Kepala Pasar untuk sewa Ruko juga bisa tepat sasaran. ”Ngapain kita pertahankan orang yang nakal. Masih banyak yang lebih jujur,” tegasnya.

Salmun menambahkan, penggembokan Ruko yang dilakukan pihaknya, adalah sebagai upaya terakhir terhadap para penyewa yang hingga kini belum ada keinginan untuk membayar sewa. Karena meskipun mereka telah diberikan surat pemberitahuan, atau surat teguran, dan memberikan kesempatan kepada penyewa untuk membayar secara mencicil, ternyata tak juga membayar sewa.

“Dengan beribu alasan, tidak punya uang, sulit meminjam uang dan lain sebagainya, pedagang tetap bertahan tidak mau membayar. Masak kita biarkan orang yang tidak mau membayar sewa berjualan,” pungkasnya. (cr-wan)